Hebat !!!
Heboh !!!
Funtastis !!!
.................
Adalah sebagian ungkapan yang bisa saya lontarkan untuk Milad 2 TDA minggu 27 januari 2008 yang lalu. Bagaimana tidak, coba anda bayangkan banyak konsumsi gizi tinggi untuk investasi leher keatas yang bisa saya dapatkan dalam sehari itu.
Dimulai dari sharing pengalaman para pembicara, member yang telah menunjukkan hasil yg signifikan dalam rentang waktu pendek dan si misteri guess dalam milad kali ini, yaitu pak Perry Tristianto sang raja Factory Outlet dari bandung.
Banyak yang sudah menceritakan jalannya acara dari awal sampai akhir beserta kesan dan kesannya, anda bisa buka antara lain diblognya pak Hadi, pak Iim, ibu Doris dan foundernya pak Roni sendiri.
Tapi Ada hal yang masih ”nyangkut” dalam pikiran saya yaitu mengenai:
Sharing dari pak Wuryonano yang menceritakan perjalanan bisnisnya dari jatuh, bangun..., jatuh, bangun...... jatuh lagi, dan bangun lagi....trus bangun....bangun.....bangun...... benar2 : Luar Biasa Prima! .
Kemudian ucapan sesepuh TDA pak Haji Alay pada saat mewisuda member yg telah full TDA. ”Selamat, kalian semua sudah menjadi orang bebas merdeka, bebas mengurus waktu sendiri, bebas menentukan jalan hidup dan bebas merdeka dari keinginan orang lain, Dengan ini kami berikan penghargaan dengan harapan tidak dikembalikan lagi dengan menjadi TDB, Semoga Allah meridhoi langkah kalian, Amien.
Wowww......merinding dengarnya, kapan aq bisa seperti mereka ya......??!!.
Dan obrolan dari pak Perry Tristianto, tentang cara2 berjualan dan menjalankan usahanya yg diluar nalar bagi kebanyakan orang.
”Jual bolu di apotik, jual kaos di toko kaset, jangan ke pasar, pasti akan sulit bersaing”,
Tp selalu ciptakanlah pasar.
rajin2lah main jalin silaturahmi, cari relasi, dan jadilah pengamat yg mengerti kebutuhan pasar. Tentukan target pasar, setelah tahu bidik dan jalankan.
Hitung berapa kerugiannya, jangan hitung untungnya karena itu bukan urusan kita.
Kalau ruginya tidak membuat kita melarat, jalankan saja.
Kalau ga profit segera tutup cari usaha lain.
Serahkan sesuatu pada ahlinya. ”The right man in the right place”.
Dan mulailah dari bisnis yang kecil.
Simple aja kan…?!
Demikianlah saudara, hal yang paling membekas dalam benak saya seusai mengikuti perhelatan ultah ke-2 TDA. Semoga hal ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
Salam Funtastic
Wahid N.
Wednesday, January 30, 2008
Thursday, January 24, 2008
BERI UMPAN DI DEPAN
Tak terasa waktu berlalu, sekarang sudah memasuki awal tahun kembali. Yaaa...ada banyak tahun baru saat ini. Baru saja kita lewati tahun 2007, kemudian 1428H, beberapa hari lagi ada tahun baru imlek, saka, dll.... tapi hal itu tidak akan saya panjanglebarkan, cukuplah kita sadar bahwa waktu bergulir tanpa terasa, smart, lembut, pelan tapi pasti.
Saya terbayang akan masa lalu, tentang segala sesuatu yang bisa saya raih beserta cara dan usahanya. Walaupun mungkin kecil dimata oranglain. Tapi sesuatu yang menurut saya sudah diupayakan dengan tingkat2 yang beragam. Menghasilkan hasil/output yang beraneka ragam juga... (hehehe..bingungkan?.)
Saya coba contohkan saja.
kalau besok ada ujian, meskipun diberi tahu seminggu sebelumnya, maka yang saya lakukan adalah saya akan mati matian pada malam sebelum ujian mempelajari semua materi yg diujikan. (untung kalau mati matian kadang sudah tidur dulu sebelum selesai hehehe) Pada kasus ini kalau saya pake angka, maka tingkat usaha saya masuk kategori 5-6, maka hasilnya ujiannyapun ”D”kalau ga beruntung, tapi umumnya C” atau mentok ”B”, tapi kalau beruntung bisa dapat ”A-”, tp jarang sekali terjadi.
Mengapa saya pake grade 5-6, karena ini lebih baik dari pada gak ada usaha untuk belajar. Mengapa malamnya saya perlu belajar, Jelas karena saya gak mau dapat nilai ”E” nanti kedepannya bisa mengulang kembali, yaa... harus dihindari nilai ”E’ ini kalau ingin lulus. (sadar saya tahu, tp seakan saya tak berdaya merubahnya)
Dan sesekali memang kejeblos juga dapat nilai ”E”.
Bukan berarti dapat nilai ”E” itu jelek lho..........., belum tentu. Kadangkala ada hikmah di balik ini. Dan ternyata benar , justru kelompok nilai ini (red. Nilai ”E”) yang bisa membuat saya bisa ekstra mati matian lagi berusaha keras yg belum pernah saya lakukan sebelumnya. Ga heran nilainya ”A” semua untuk semester itu, padahal kemampuan saya jg pas pasan.
Sya geleng geleng kepala, kok bisa yaa...saya melakukan ini semua.
Setelah saya renungkan ternyata grade usaha saya untuk belajar meningkat jadi 8-9.
Ck..ck...ck......Funtastis!!!
Belum tentu tidak bagus hari ini tetap tidak bagus untuk esok.
Ternyata tidak bagus hari ini, justru memicu untuk trus berusaha dan berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di hari depan.
Kembali lagi,
Agar tetap bersemangat dan terpacu untuk bergerak mendapatkan hasil yang terbaik, maka ada dua pilihan, yang pertama berilah umpan di depan atau lepaskanlah seekor harimau di belakang.
Yang pertama sifatnya masih ”fardhu kifayah” artinya dapat syukur, ga ya harus dikejar. Tapi kalau yang kedua sudah ”fardhu ’ain” kalau ga mau lari, diterkam harimau.
Menapak tahun 2008 ini ada keinginan yang ingin saya capai, ibarat orang bermain dengan kucing kesayangannya, perlu ada umpan di depan untuk memancing kucing yang sedang malas bergerak. keinginan yang terbenam dalam benak saya yang hendak dicapai yaitu :
Pengontrolan cashflow kios di kampung harus sudah bejalan benar dan akurat. Omset masuk dan profit bisa dideteksi dengan jelas, lalu pengeluaran sudah mulai dicatat dan dibukukan dengan benar. Sehat tidaknya bisnis bisa dicek dari sini.
Ikhtiar anak pertama ”Fikri” harus lebih optimal, usahakan bisa mandiri dalam tahun ini, setidaknya ada kemajuan yang berarti. Ada peluang bisniskah disini???
Tahun ini sebagai masa menabung untuk persiapan dan menambah usaha lagi tahun 2009.
Ada niat untuk membantu seorang kawan yg saat ini ”belum jelas” keadaannya. Ia sebenarnya masih menjadi seorang karyawan tapi perusahaan yang mempekerjakannya sudah bangkrut, dan sudah mengeluarkan sebagian besar karyawannya. Sedangkan ia salah satu yang masih tersisa untuk mengamankan aset perusahaan. Sebagian mesin telah dijual dan masih ada mesin yang belum laku terjual. Saya sudah coba kasih masukan tapi ia masih mencari posisi amannya saat ini, dengan ”setia” menunggu pabrik tersebut. Walaupun belum jelas soal pembayaran gajinya. Saya berniat menawarkan kerjasama buka usaha saja, kalaupun ga bisa saya akan memperkerjakan saja di bisnis saya nantinya.. Bisnis apa yang akan saya tawarkan?, saya sudah terpikir tinggal bagaimana mempersiapkan dan melaksanakannya. Saya berharap, semoga bisa membantu keadaannya. Amien.
Mengasah hobby dalam bidang fotography. Jelas perlu sedikit modal untuk membeli kamera plus cari objeknya (mode ”saving” : on). Kegemaran saya adalah memotret alam, kesan naturalnya sangat kental. Ini yang membuat saya terpacu dan bergairah untuk melihat dan mengabadikannya, sehingga apa yang saya nikmati semoga bisa dinikmati pula oleh orang lain. Siapa tahu nanti bisa muncul ide bisnis juga dari sini..
Mendapatkan properti yang dapat digunakan sebagai pengungkit dan sekaligus investasi.
Mandiri dengan menempati sebuah rumah sendiri maksimal pada bulan desember 2008. agar hidup lebih terasa dan lebih bermakna, punya garis kedaulatan rumah tangga sendiri, bisa mengatur dan menentukan visi kedepan dengan bebas, tanpa ada yang mengatur kecuali diri sendiri.
Oh...ya, ada satu lagi yang belum, yakni membuat tabungan-investasi untuk pergi haji, semoga kedua orang tua bisa berangkat terlebih dahulu tahun 2009.
Demikian garis garis besar haluan mimpiku tahun ini, semoga Allah swt mengabulkan dan memudahkan jalannya. Maka dengan mengucap bismillahirrahmanirrohim dan mengharap ridho Allah swt, kubulatkan tekadku untuk bisa mencapainya. Aku yakin ............bisa!!.
Salam Funtastic
Wahid N.
Saya terbayang akan masa lalu, tentang segala sesuatu yang bisa saya raih beserta cara dan usahanya. Walaupun mungkin kecil dimata oranglain. Tapi sesuatu yang menurut saya sudah diupayakan dengan tingkat2 yang beragam. Menghasilkan hasil/output yang beraneka ragam juga... (hehehe..bingungkan?.)
Saya coba contohkan saja.
kalau besok ada ujian, meskipun diberi tahu seminggu sebelumnya, maka yang saya lakukan adalah saya akan mati matian pada malam sebelum ujian mempelajari semua materi yg diujikan. (untung kalau mati matian kadang sudah tidur dulu sebelum selesai hehehe) Pada kasus ini kalau saya pake angka, maka tingkat usaha saya masuk kategori 5-6, maka hasilnya ujiannyapun ”D”kalau ga beruntung, tapi umumnya C” atau mentok ”B”, tapi kalau beruntung bisa dapat ”A-”, tp jarang sekali terjadi.
Mengapa saya pake grade 5-6, karena ini lebih baik dari pada gak ada usaha untuk belajar. Mengapa malamnya saya perlu belajar, Jelas karena saya gak mau dapat nilai ”E” nanti kedepannya bisa mengulang kembali, yaa... harus dihindari nilai ”E’ ini kalau ingin lulus. (sadar saya tahu, tp seakan saya tak berdaya merubahnya)
Dan sesekali memang kejeblos juga dapat nilai ”E”.
Bukan berarti dapat nilai ”E” itu jelek lho..........., belum tentu. Kadangkala ada hikmah di balik ini. Dan ternyata benar , justru kelompok nilai ini (red. Nilai ”E”) yang bisa membuat saya bisa ekstra mati matian lagi berusaha keras yg belum pernah saya lakukan sebelumnya. Ga heran nilainya ”A” semua untuk semester itu, padahal kemampuan saya jg pas pasan.
Sya geleng geleng kepala, kok bisa yaa...saya melakukan ini semua.
Setelah saya renungkan ternyata grade usaha saya untuk belajar meningkat jadi 8-9.
Ck..ck...ck......Funtastis!!!
Belum tentu tidak bagus hari ini tetap tidak bagus untuk esok.
Ternyata tidak bagus hari ini, justru memicu untuk trus berusaha dan berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di hari depan.
Kembali lagi,
Agar tetap bersemangat dan terpacu untuk bergerak mendapatkan hasil yang terbaik, maka ada dua pilihan, yang pertama berilah umpan di depan atau lepaskanlah seekor harimau di belakang.
Yang pertama sifatnya masih ”fardhu kifayah” artinya dapat syukur, ga ya harus dikejar. Tapi kalau yang kedua sudah ”fardhu ’ain” kalau ga mau lari, diterkam harimau.
Menapak tahun 2008 ini ada keinginan yang ingin saya capai, ibarat orang bermain dengan kucing kesayangannya, perlu ada umpan di depan untuk memancing kucing yang sedang malas bergerak. keinginan yang terbenam dalam benak saya yang hendak dicapai yaitu :
Pengontrolan cashflow kios di kampung harus sudah bejalan benar dan akurat. Omset masuk dan profit bisa dideteksi dengan jelas, lalu pengeluaran sudah mulai dicatat dan dibukukan dengan benar. Sehat tidaknya bisnis bisa dicek dari sini.
Ikhtiar anak pertama ”Fikri” harus lebih optimal, usahakan bisa mandiri dalam tahun ini, setidaknya ada kemajuan yang berarti. Ada peluang bisniskah disini???
Tahun ini sebagai masa menabung untuk persiapan dan menambah usaha lagi tahun 2009.
Ada niat untuk membantu seorang kawan yg saat ini ”belum jelas” keadaannya. Ia sebenarnya masih menjadi seorang karyawan tapi perusahaan yang mempekerjakannya sudah bangkrut, dan sudah mengeluarkan sebagian besar karyawannya. Sedangkan ia salah satu yang masih tersisa untuk mengamankan aset perusahaan. Sebagian mesin telah dijual dan masih ada mesin yang belum laku terjual. Saya sudah coba kasih masukan tapi ia masih mencari posisi amannya saat ini, dengan ”setia” menunggu pabrik tersebut. Walaupun belum jelas soal pembayaran gajinya. Saya berniat menawarkan kerjasama buka usaha saja, kalaupun ga bisa saya akan memperkerjakan saja di bisnis saya nantinya.. Bisnis apa yang akan saya tawarkan?, saya sudah terpikir tinggal bagaimana mempersiapkan dan melaksanakannya. Saya berharap, semoga bisa membantu keadaannya. Amien.
Mengasah hobby dalam bidang fotography. Jelas perlu sedikit modal untuk membeli kamera plus cari objeknya (mode ”saving” : on). Kegemaran saya adalah memotret alam, kesan naturalnya sangat kental. Ini yang membuat saya terpacu dan bergairah untuk melihat dan mengabadikannya, sehingga apa yang saya nikmati semoga bisa dinikmati pula oleh orang lain. Siapa tahu nanti bisa muncul ide bisnis juga dari sini..
Mendapatkan properti yang dapat digunakan sebagai pengungkit dan sekaligus investasi.
Mandiri dengan menempati sebuah rumah sendiri maksimal pada bulan desember 2008. agar hidup lebih terasa dan lebih bermakna, punya garis kedaulatan rumah tangga sendiri, bisa mengatur dan menentukan visi kedepan dengan bebas, tanpa ada yang mengatur kecuali diri sendiri.
Oh...ya, ada satu lagi yang belum, yakni membuat tabungan-investasi untuk pergi haji, semoga kedua orang tua bisa berangkat terlebih dahulu tahun 2009.
Demikian garis garis besar haluan mimpiku tahun ini, semoga Allah swt mengabulkan dan memudahkan jalannya. Maka dengan mengucap bismillahirrahmanirrohim dan mengharap ridho Allah swt, kubulatkan tekadku untuk bisa mencapainya. Aku yakin ............bisa!!.
Salam Funtastic
Wahid N.
Friday, December 14, 2007
PETANI DURIAN
Saya tidak bermaksud untuk mepopulerkan tempat ini, tapi saya salut dengan usaha yang dilakukan pemiliknya yaitu menanami kebun miliknya dengan durian, dia memang ulet , tekun, dan pantang mundur.
Kadang kadang kita tidak sadar kalau kita diberi rizki yang tidak terkira berupa tanah yang subur, iklim yang mendukung, air yang mengalir sampai jauh..kekayaan alam yang melimpah ruah...kalau diolah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, tidak berlebihan kalau koes plus bersyair ” tongkat kayu pun jadi tanaman” Berikut sepenggal kisahnya*.
Soewarso Pawaka, sang pemilik warso farm mulai mempersiapkan lokasi kebun durian ini sejak tahun 1980 dan baru pada tahun 1990, areal tersebut ditanami durian berbagai varietas. Saat mulai membangun lokasi wisata durian di Desa Cihideung, Kecamatan, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Soewarso mengaku sempat terkecoh oleh para pedagang benih durian. Untuk membangun kebunnya, dia mengandalkan bibit yang dijual para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di situ, dia sering tertipu.
Menurut dia, para pedagang sering mengatakan bahwa bibit yang dijualnya adalah bibit durian montong. Ini adalah durian varitas unggul yang berasal dari Thailand. Selain buahnya besar, rasa duriannya juga manis dengan biji yang kecil dan daging yang sangat tebal. Setelah dinyatakan sebagai durian montong, Soewarso pun langsung membeli bibit itu. Namun setelah ditanam, ternyata bukan durian montong yang dibuahkannya, melainkan durian lokal biasa. Terpaksalah, tanaman itu ditebang dan diganti lagi dengan bibit baru.
Untuk tidak mengulangi kesalahan, dirinya harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik. Selain itu, dia juga terus menjalin kontak dengan para petani durian di negara tersebut.
Tidak heran , sebagian besar tanaman durian yang berada di kebun tersebut memang jenis durian montong yang asalnya dari Thailand. ''Selain montong, kami juga menanam varitas lain,'' ungkap ayah enam anak dan kakek 16 cucu itu. Jenis durian yang bisa ditemui di lokasi agrowisata tersebut selain durian montong adalah, durian petruk, lai, simas, kaniau, hepe, tunan, D-24, sukun, citokong, cane, serta unggul bakul. ''Durian simas adalah durian kesukaan Bung Karno,'' ungkap Soewarso.
Kini, Soewarso tidak bisa lagi terkecoh. Lokasi wisata duriannya kini sudah mengembangkan sendiri bibit-bibit durian varitas unggul. Penanggung jawab Warso Farm, Buyung, mengungkapkan bahwa bibit yang dihasilkannya memiliki sifat yang mirip dengan induknya. Bibit-bibit itu, menurut Buyung, juga dijual secara bebas. Setiap bulan, kebun tersebut bisa memproduksi sekitar 7.000 bibit durian varitas unggul.
Selain bibit, Warso Farm juga membuat pupuk sendiri untuk menyuburkan tanaman durian. Pupuk itu tidak lain adalah kompos yang merupakan campuran pupuk kandang dengan sampah dedaunan. ''Kalau kita membeli pupuk di luar harganya Rp 4.000 per kilogram, di sini hanya Rp 1.000 per kilogram,'' ungkap Buyung.
Sampah dedaunan bisa diperoleh dari area perkebunan. Sedang pupuk kandangnya, dikumpulkan dari warga setempat yang memelihara ternak. ''Beberapa karyawan di sini juga ada yang biasa mengumpulkan kotoran dari binatang ternak,'' ungkap Soewarso. Menurut dia, pupuk kandang tersebut bisa memberi penghasilan tambahan kepada warga setempat.
Kini Soewarso sangat terobsesi untuk membuat kompos dalam skala yang lebih besar dengan memanfaatkan sampah. Dia ingin mengolah begitu banyak sampah yang menumpuk di tempat-tempat pembuangan sampah menjadi kompos. Dia sangat berharap obsesinya ini bisa segera diwujudkan.
* Diambil dari beberapa sumber dan kunjungan lokasi.
Salam Funtastic
Wahid N
Kadang kadang kita tidak sadar kalau kita diberi rizki yang tidak terkira berupa tanah yang subur, iklim yang mendukung, air yang mengalir sampai jauh..kekayaan alam yang melimpah ruah...kalau diolah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, tidak berlebihan kalau koes plus bersyair ” tongkat kayu pun jadi tanaman” Berikut sepenggal kisahnya*.
Soewarso Pawaka, sang pemilik warso farm mulai mempersiapkan lokasi kebun durian ini sejak tahun 1980 dan baru pada tahun 1990, areal tersebut ditanami durian berbagai varietas. Saat mulai membangun lokasi wisata durian di Desa Cihideung, Kecamatan, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Soewarso mengaku sempat terkecoh oleh para pedagang benih durian. Untuk membangun kebunnya, dia mengandalkan bibit yang dijual para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di situ, dia sering tertipu.
Menurut dia, para pedagang sering mengatakan bahwa bibit yang dijualnya adalah bibit durian montong. Ini adalah durian varitas unggul yang berasal dari Thailand. Selain buahnya besar, rasa duriannya juga manis dengan biji yang kecil dan daging yang sangat tebal. Setelah dinyatakan sebagai durian montong, Soewarso pun langsung membeli bibit itu. Namun setelah ditanam, ternyata bukan durian montong yang dibuahkannya, melainkan durian lokal biasa. Terpaksalah, tanaman itu ditebang dan diganti lagi dengan bibit baru.
Untuk tidak mengulangi kesalahan, dirinya harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik. Selain itu, dia juga terus menjalin kontak dengan para petani durian di negara tersebut.
Tidak heran , sebagian besar tanaman durian yang berada di kebun tersebut memang jenis durian montong yang asalnya dari Thailand. ''Selain montong, kami juga menanam varitas lain,'' ungkap ayah enam anak dan kakek 16 cucu itu. Jenis durian yang bisa ditemui di lokasi agrowisata tersebut selain durian montong adalah, durian petruk, lai, simas, kaniau, hepe, tunan, D-24, sukun, citokong, cane, serta unggul bakul. ''Durian simas adalah durian kesukaan Bung Karno,'' ungkap Soewarso.
Kini, Soewarso tidak bisa lagi terkecoh. Lokasi wisata duriannya kini sudah mengembangkan sendiri bibit-bibit durian varitas unggul. Penanggung jawab Warso Farm, Buyung, mengungkapkan bahwa bibit yang dihasilkannya memiliki sifat yang mirip dengan induknya. Bibit-bibit itu, menurut Buyung, juga dijual secara bebas. Setiap bulan, kebun tersebut bisa memproduksi sekitar 7.000 bibit durian varitas unggul.
Selain bibit, Warso Farm juga membuat pupuk sendiri untuk menyuburkan tanaman durian. Pupuk itu tidak lain adalah kompos yang merupakan campuran pupuk kandang dengan sampah dedaunan. ''Kalau kita membeli pupuk di luar harganya Rp 4.000 per kilogram, di sini hanya Rp 1.000 per kilogram,'' ungkap Buyung.
Sampah dedaunan bisa diperoleh dari area perkebunan. Sedang pupuk kandangnya, dikumpulkan dari warga setempat yang memelihara ternak. ''Beberapa karyawan di sini juga ada yang biasa mengumpulkan kotoran dari binatang ternak,'' ungkap Soewarso. Menurut dia, pupuk kandang tersebut bisa memberi penghasilan tambahan kepada warga setempat.
Kini Soewarso sangat terobsesi untuk membuat kompos dalam skala yang lebih besar dengan memanfaatkan sampah. Dia ingin mengolah begitu banyak sampah yang menumpuk di tempat-tempat pembuangan sampah menjadi kompos. Dia sangat berharap obsesinya ini bisa segera diwujudkan.
* Diambil dari beberapa sumber dan kunjungan lokasi.
Salam Funtastic
Wahid N
Tuesday, December 4, 2007
"Tanpa mimpi dan semangat orang seperti kita akan mati."
"Kita tak'kan pernah mendahului nasib!"
"Kita akan sekolah sampai ke altar suci almamater sorbone Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apapun yang terjadi!!!"
Itulah sepotong kalimat yang membuat arai dan ikal dalam tetralogi laskar pelangi * menjadi setegar karang, tangguh seperti sebongkah batu.
(* Andrea Hirata ”Sang pemimpi”).
"Kita tak'kan pernah mendahului nasib!"
"Kita akan sekolah sampai ke altar suci almamater sorbone Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apapun yang terjadi!!!"
Itulah sepotong kalimat yang membuat arai dan ikal dalam tetralogi laskar pelangi * menjadi setegar karang, tangguh seperti sebongkah batu.
(* Andrea Hirata ”Sang pemimpi”).
Wednesday, September 26, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)
