Friday, December 14, 2007

PETANI DURIAN

Saya tidak bermaksud untuk mepopulerkan tempat ini, tapi saya salut dengan usaha yang dilakukan pemiliknya yaitu menanami kebun miliknya dengan durian, dia memang ulet , tekun, dan pantang mundur.
Kadang kadang kita tidak sadar kalau kita diberi rizki yang tidak terkira berupa tanah yang subur, iklim yang mendukung, air yang mengalir sampai jauh..kekayaan alam yang melimpah ruah...kalau diolah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, tidak berlebihan kalau koes plus bersyair ” tongkat kayu pun jadi tanaman” Berikut sepenggal kisahnya*.
Soewarso Pawaka, sang pemilik warso farm mulai mempersiapkan lokasi kebun durian ini sejak tahun 1980 dan baru pada tahun 1990, areal tersebut ditanami durian berbagai varietas. Saat mulai membangun lokasi wisata durian di Desa Cihideung, Kecamatan, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Soewarso mengaku sempat terkecoh oleh para pedagang benih durian. Untuk membangun kebunnya, dia mengandalkan bibit yang dijual para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di situ, dia sering tertipu.
Menurut dia, para pedagang sering mengatakan bahwa bibit yang dijualnya adalah bibit durian montong. Ini adalah durian varitas unggul yang berasal dari Thailand. Selain buahnya besar, rasa duriannya juga manis dengan biji yang kecil dan daging yang sangat tebal. Setelah dinyatakan sebagai durian montong, Soewarso pun langsung membeli bibit itu. Namun setelah ditanam, ternyata bukan durian montong yang dibuahkannya, melainkan durian lokal biasa. Terpaksalah, tanaman itu ditebang dan diganti lagi dengan bibit baru.
Untuk tidak mengulangi kesalahan, dirinya harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik. Selain itu, dia juga terus menjalin kontak dengan para petani durian di negara tersebut.
Tidak heran , sebagian besar tanaman durian yang berada di kebun tersebut memang jenis durian montong yang asalnya dari Thailand. ''Selain montong, kami juga menanam varitas lain,'' ungkap ayah enam anak dan kakek 16 cucu itu. Jenis durian yang bisa ditemui di lokasi agrowisata tersebut selain durian montong adalah, durian petruk, lai, simas, kaniau, hepe, tunan, D-24, sukun, citokong, cane, serta unggul bakul. ''Durian simas adalah durian kesukaan Bung Karno,'' ungkap Soewarso.
Kini, Soewarso tidak bisa lagi terkecoh. Lokasi wisata duriannya kini sudah mengembangkan sendiri bibit-bibit durian varitas unggul. Penanggung jawab Warso Farm, Buyung, mengungkapkan bahwa bibit yang dihasilkannya memiliki sifat yang mirip dengan induknya. Bibit-bibit itu, menurut Buyung, juga dijual secara bebas. Setiap bulan, kebun tersebut bisa memproduksi sekitar 7.000 bibit durian varitas unggul.
Selain bibit, Warso Farm juga membuat pupuk sendiri untuk menyuburkan tanaman durian. Pupuk itu tidak lain adalah kompos yang merupakan campuran pupuk kandang dengan sampah dedaunan. ''Kalau kita membeli pupuk di luar harganya Rp 4.000 per kilogram, di sini hanya Rp 1.000 per kilogram,'' ungkap Buyung.
Sampah dedaunan bisa diperoleh dari area perkebunan. Sedang pupuk kandangnya, dikumpulkan dari warga setempat yang memelihara ternak. ''Beberapa karyawan di sini juga ada yang biasa mengumpulkan kotoran dari binatang ternak,'' ungkap Soewarso. Menurut dia, pupuk kandang tersebut bisa memberi penghasilan tambahan kepada warga setempat.
Kini Soewarso sangat terobsesi untuk membuat kompos dalam skala yang lebih besar dengan memanfaatkan sampah. Dia ingin mengolah begitu banyak sampah yang menumpuk di tempat-tempat pembuangan sampah menjadi kompos. Dia sangat berharap obsesinya ini bisa segera diwujudkan.
* Diambil dari beberapa sumber dan kunjungan lokasi.

Salam Funtastic

Wahid N

Tuesday, December 4, 2007

"Tanpa mimpi dan semangat orang seperti kita akan mati."
"Kita tak'kan pernah mendahului nasib!"
"Kita akan sekolah sampai ke altar suci almamater sorbone Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apapun yang terjadi!!!"
Itulah sepotong kalimat yang membuat arai dan ikal dalam tetralogi laskar pelangi * menjadi setegar karang, tangguh seperti sebongkah batu.

(* Andrea Hirata ”Sang pemimpi”).

Wednesday, September 26, 2007

"Kita tidak tahu, apakah DIA akan memberikan rizki yang sedikit atau yang banyak kepada kita, kita juga tidak tahu bila kita akan sukses dan berjaya esok hari.., satu satunya hal yang harus kita lakukan saat ini adalah berusaha untuk mendapatkannya..... " (Jutawantani )

Friday, July 13, 2007

Alhamdulillah, Macet pun dapat ilmu...

Beberapa bulan yg lalu saya terjebak macet di daerah pondok gede, sekitar pukul 19.00. Entah ada apa, yang jelas motor pun tidak bisa jalan. Di tengah kepadatan lalu lintas, tiba2 motor Legenda tunggangan saya rakitan thn 2002 mati...posisi masih sedikit di tengah, jadi mau ga mau harus sedikit didorong supaya menepi., saya cek bensin masih cukup, busi juga baru ganti, saya mencoba hidupkan kembali mesinnya, tetap ga mau hidup juga.

Akhirnya saya mencari tempat untuk beristirahat, di dekat saya ada warung kecil dipinggir jalan, tidak permanen hanya berupa ”gerobak”. Kalau pemiliknya mau tutup tinggal menurunkan tutup depannya yg tergantung di atas.

Saya cari2 penunggu warungnya kok tidak kelihatan, dimana gerangan?. Ooo.....tenyata ada orang didepan rumah yg sedang memperbaiki mobil. Rumah itu sepertinya bengkel mobil, tapi sudah tutup. Orang tersebut akhirnya keluar dr mobilnya dan menghampiri.

”Pak, saya mau beli Aqua, mana yg jaga toko ini?”.,
”Oo.. saya mas....” jawabnya sambil menuju warungnya dan mengambil aqua botol .
”Berapa ?”, tanyaku.
”biasa Cuma 2000”. Jawabnya.

Kebetulan didepanku ada kursi, jadi cepat ku ambil dan ku pakai sj.

Saya sengaja memperlambat minum dengan maksud menunggu mesin motor dingin.
Memang penyakit motor ini kalau kepanasan dia akan mati sendiri, sudah beberapa kali saya mengalaminya. ini mengulang pengalaman saya sewaktu pakai motor yang baru dulu dengan merek yg sama, Ntah kenapa???, motor skrg ini yg kedua dapat second. Tp mengapa penyakitnya sama sj....., bukan saya fanatif sama merk. Hanya kebetulan ini yg ” AMAN” untuk dipakai hehehehe.... semoga nanti saya bisa upgrade yg lebih bandel dan ga rewelan.

Sambil duduk iseng2 saya ajak ngobrol penjaga toko itu, yg masih duduk di warungnya.
Ternyata dia merupakan pemilik dari warung itu.

Akhirnya obrolan mengalir begitu saja.
Ada satu hal yang menarik, ternyata ia memiliki lima buah warung serupa di sepanjang jalan itu.

” Lho kok , Kenapa bapak punya warung kecil2 begini?” sponta saya lontarkan pertanyaan .

Tadinya saya juga meremehkan yg beginian mas, awalnya saya punya rumah ini, lalu yg menghadap ke jalan saya kontrakkan untuk bengkel, sisanya yg belakang saya pakai sendiri.

Setelah jadi kok banyak orang yg minta untuk numpang jualan di pinggir jalan depan bengkel. Lalu saya berpikir, kenapa ga saya sj yg buat warung krcil di depan.
Dari situ akhirnya warung kecil mungil dibuka dan dikelola sendiri oleh bapak beserta sang istri .

Eee..ternyata setelah dihitung2 dalam 1thn perjalanan, hasilnya bisa membeli satu buah motor kharisma pada waktu itu.

Kaget ia , ternyata lumayan juga hasilnya. Dari situ mulailah ia membeli warung2 yg lain. Dan uniknya warung itu dibelinya dari hasil keuntungan dagangnya.

Hebat bukan....

Lalu apa resepnya ia bisa mengelola warungnya dengan baik, ia membagi tip tip mengelola toko, kalau saya singkat kurang lebihnya sebagai berikut :

1. Melakukan pembukuan yang baik
Pertama kali dia akan modal barang seharga Rp. XXX , lalu barang itu yg akan ia cek setiap minggunya. Barang tersisa ditambah dengan barang yg terjual hasilnya harus sama denga stock barang modal diawal. Kalau kurang otomatis bapak ini tahu kalau barangnya hilang, bisa dimakan atau dipakai sendiri oleh penjaga tokonya. Konsekuensinya, kalau barang jumlahnya tidak sama , penjaga harus menggantinya.
2. Sistem bagi hasil
Untuk menjaga hubungan baik dan rasa keadilan antara si pemilik dan penjaganya, sistem yg digunakan adalah bagi hasil bukan sistem gaji. Dan untuk ini ternyata disepakati pembagian keuntungan 40% : 60%, yang 60% untuk penjaga warung. Kenapa rasa Keadilan karena bapak ini merasa bahwa nunggu warung itu juga ga mudah makanya ia beri pembagian yg lebih banyak.
3. Pola Jaga 2-3
Kepada penjaga tokonya diberi kebebasan untuk menunggu warung dalam waktu 2 atau 3 bulan. Biasanya penjaga toko ini adalah orang pendatang, jadi ia diberi kesempatan untuk pulang menjenguk keluarganya selama jeda tersebut. Hasil 2 – 3 bulan tersebut cukup untuk dibawa pulang, rata2 perbulan dia bisa dapat 1,2 jt atau kadang bisa lebih. Anda mungkin pernah mendengar pola ini kan?, ya... benar . Kebanyakan pendatang ini berasal dari kuningan jawa barat yang biasa menerapkan pola jaga oplosan. Kalau penjaga sudah mau libur maka ia akan memanggil temannya untuk menggantikannya. Siapa sih yg ga mau menikmati hasil usaha selama 2 – 3 bulan...?
4. Tanamkan untuk Belajar dan Maju
Bapak ini menganjurkan untuk penjaga tokonya supaya jangan terus menerus tergantung sama dia, kalian harus maju dan berkembang, apa yg bisa dipelajari dan kalian peroleh selain di warung silahkan di gapai.selagi halal ya...lakukan saja. Supaya kalian lebih mandiri , saya ga mau kalian mengharapkannya dari sini. Prinsip untuk mendorong orang agar lebih maju ini yg selalu ia tanamkan.

Alhamdulillah, macetnya motor saya malah membawa berkah, tanpa disangka sangka bisa dapat ilmu. Semoga ilmu sederhana ini ada manfaatnya buat saya. (dan bagi anda yang membacanya)

Jalanan yg macet, ga terasa lagi
Laaa..... wong saya cuma duduk dan melihat saja dari pinggir jalan.... he..he..he....

setelah obralan panjang tadi, akhirnya saya coba untuk menghidupkan motor . Alhamdulillah sudah bisa hidup kembali dan Jalannya juga sudah terurai tidak sepadat yg tadi.

Segera saya pamit dan meneruskan perjalanan kembali ke rumah.


Salam FUNNNtastis

Wahid nurhadi
http://wahidnurhadi.blogspot.com

Tuesday, July 3, 2007

KADO UNTUK ISTRIKU

Pagi ini cuaca cerah, tidak terasa sudah memasuki bulan juli 2007. Cepat rasanya hari2 berlalu menyisakan kenangan duka lara maupun suka gembira.

Tiba2 Handpone berbunyi, tuuttt tuutttt....ada sms yg masuk, segera ku lihat isinya. Oh ternyata dari istriku. Di bulan juli ini istriku akan berulang tahun tepatnya tanggal 8 juli.

Ku mulai menerawang apa gerangan yang akan kuberikan untuk istriku tercinta pada saat berulang tahun nanti.

Saya teringat saat baca potingan Pak Roni TDA, beliau merekomendasikan buku Adam Kho untuk dibaca bagi TDAer2 pemula. Judul bukunya pun saya lupa, yang saya ingat isinya tentang DSA (Dream Strategy and Action).

AHA...!!!

Saya mau buku ini dibacanya, saya mau istri juga menambah wawasan dan bisa mempraktekkannya. Saya sendiri juga belum pernah baca isinya, jadi sekalian buat Hadiah istri tercinta dan berharap istri mau sharing tentang isi buku tsb...he...he.... satu tepuk 2-3 lalat terbang semua...(pribahasa terbaru karangan sendiri he..he..).

Selamat Ulang tahun Istriku,

Semoga Allah swt memberikan Hamparan Rizki yg luas dan berkah.

Diberi-Nya titipan anak-anak yang sholeh dan sholihah sehat dan kuat, serta selalu dalam ridho-Nya, Amien.


Salam FUNNNtastis

Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Wednesday, June 27, 2007

DOKTOR S3 di JEPUN SULIT DAPAT KERJA yang sesuai.

Pagi ini 27 juni 2007 , saya melihat keluar jendela. Hmm...cuaca cukup cerah. Sambil duduk saya nyalakan radio di depan saya. Langsung terdengar suara, meskipun lirih.

Tiba2 secara tidak sengaja, ada sesuatu yang mencuri perhatian saya. Langsung saya perbesar volume suara agar terdengar lebih jelas dan kemudian saya tahu ini adalah salah satu station radio swasta di jakarta (RKM jam 8.45 )

Dulu di indonesia pendidikan setingkat SMA sudah terbilang top, dengan mudah lulusan ini bisa mendapatkan kerja yang sepadan, tentu dengan imbalan yang cukup lumayan di zamannya tapi lambat laun tergeser oleh lulusan Diploma.

Kemudian kalau ada orang dengan gelar BA, itu kesannya sudah lebih hebat, tapi ini tidak berlangsung lama sudah tergeser oleh sarjana.

Dan sekarang kalau ada orang dengan gelar Drs., Ir., SH., kelihatan sangat hebat, ya memang hebat, Apalagi S2, S3, Doktor.....

Coba bayangkan Doktor man....!!

Dengan titel yang melekat bisa mendapatkan pekerjaan dan posisi yang bagus dan menjanjikan.

Nah ternyata..., di negeri jepun sana saat ini banyak lulusan DOKTOR / S3 yang tidak mendapatkan pekerjaan yang tetap baik di universita2 maupun di sektor swasta., Nah lhooo....

Barangkali anda salah baca ?,

Tidak!!

ya... anda tidak sedang salah baca. Banyak orang bergelar Doktor yang sulit cari kerja yang sesuai di jepun sana ini menurut ASIAN shinbun Japan .

menurut survei yang dilakukan, ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah jepang sendiri yang membuka program doktoral lebih banyak pada tahun 1991. hanya ada sekitar 7000an orang bergelar Doktor pada tahun itu dan pada tahun 2003 meningkat drastis.

menurut survei itu saat ini hanya 52 persennya saja para Doktor yang bekerja di posisi yang sesuai dengan menjadi peneliti di universitas2 maupun di sektor swasta. Dan sisanya tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Doktor aja terancam nganguur dijepun sana

Ck..ck..ck........!!!

Salam FUNNNtastis

Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Monday, June 18, 2007

EVALUASI (I) TEST AND MEASURE SYSTEM PENJUALAN DI KIOS.


Beberapa minggu yang lalu saya pernah memposting tentang trial and error tentang System penjualan di Kios ( Baca : TEST AND MEASURE SYSTEMPENJUALAN DI KIOS) di pasar tradisional tingkat kabupaten. Tepatnya di kebumen.

Apa yang saya test..

Untuk memperlancar cashflow, kami menerapkan sistem piutang yang agak ketat. Artinya lebih selektif lagi dalam memberikan piutang bagi pedagang lain yang akan reseller. Harga cash berlaku lain untuk harga piutang dan sebisa mungkin barang yang diambil pagi bisa kembali lagi, kalau tidak laku ya barangnya yang kembali dan kalau laku uangnya yang diberi.

Dan .. (17 juni 2007)

Penerapan sistem ini ternyata berpengaruh terhadap omset per hari. Kalau dihitung rata2 omset penjualan mengalami penurunan.

Setelah diselidik ternyata ada beberapa pelanggan yang lari ke pedagang lain untuk pengambilan barang dagangan, barangkali di pedagang lain masih boleh utang dulu setelah ambil barang dan pembayarannya nanti2 saja kalau sdh ada uangnya.

Tapi ternyata yang membuat kami terkejut adalah pedagang sejenis/ kompetitor berani ambil margin yang menurut kami ga masuk akal, tipiisss sekali...

Kami kira ga akan nutup untuk ongkos operational tokonya (bayar karyawan, transportasi, sewa tempat dll). Tp mereka melakukan itu.

Keluarnya karyawan kami sebelumnya juga berandil dalam merosotnya omset kios.

Karena ternyata pelanggan kami sekarang dengan kepindahan dia ke toko lain, para pelanggan kami juga ada yang pindah membeli di tempatnya yang baru..dan parahnya lagi di tempat barunya ia melepas barang yang sama dengan margin yang tipis.

Margin 500 perak, 1000 perak dilepasnya. Padahal barang yang dijual ”base price”nya sj kadang sudah 50 ribu lebih dan ini yang sering dijadikan senjata pelanggan kami untuk ”Compare” harga, disana berani sekian kok disini lebih mahal...

Kondisi karyawan dan istri saya juga baru menghandle kios ini, sering bingung juga menghadapi pelanggan yang membanding2kan harga ini...

Apa kami perlu pindah kolam untuk mengkail, atau perlu ganti kail supaya dapat ikan besar lagi???

Mohon saran atau masukan untuk membenahi dan meningkatkan omset penjualan kios kami.



Salam FUNNNtastis


Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Wednesday, May 30, 2007

TEST AND MEASURE SYSTEM PENJUALAN DI KIOS

Kebumen sebuah kota kecil yang tidak terlalu ramai di jalur selatan jawa tengah tepatnya 3 jam perjalan arah barat Yogyakarta, disana istri dan anakku saat ini berada.

Sudah beberapa saat setelah istriku menggantikan posisi ibunya di pasar untuk berdagang barang kebutuhan rumah tangga, dengan sebuah kios kecil, nyempil di ruangan yang tidak terlalu lebar ukuran 4x3 m yang disekat jadi 2 ruangan, disalah satu ruangan itu istriku berada. Dengan tumpukan barang dagangan dan dibantu 2 karyawan baru. Ia harus terjun langsung karena orang kepercayaannya melahirkan dan karyawan sebelumnya mengundurkan diri karena alasan yang menurut kami ga jelas, hanya karena bersinggungan perasaan dengan karyawan yang di rumah. Alhamdulillah sekarang keadaannya lebih baik setelah menemukan pengganti karyawan yang keluar sebelumnya.

Kios ini berada di pasar utama Kabupaten Kebumen, pasar sisi utara tepatnya di jalan kolopaking no 14. Barangkali anda ke kebumen, dan memerlukan magig com, kompor gas, rak, kabinet, meja kursi plastik, alat2 rumah tangga seperti sendok, gelas, toples, piring sampai strika dan kipas angin kami ada. silahkan hubungi Mb. Yuli dipasar itu. Kami melayani grosir dan eceran. Harga bersaing, silahkan dibuktikan sendiri.

Kami sering berdiskusi tentang management kios itu sebelumnya, ada sesuatu hal yang kurang dalam pengelolaan kios itu. Inipun setelah saya dapat ilmu dari rekan2 TDA, bahwa dalam bisnis yang penting adalah cash flow. Karena rupanya kios ini banyak memberikan piutang kepada pedagang lain. Yang kadang sulit juga untuk ditagih. Ada beberapa orang yang masih berniat baik, sebisa mungkin”titip” uang untuk mengangsur setelah beberapa hari ambil barang, tapi ada juga yang sulit sekali untuk ditagih, terutama oleh pedagang lain dalam pasar itu.

Pola lama berdagang seperti ini, akan kami benahi, untuk kelancaran usaha dimasa datang.

Sekarang untuk pedagang dalam pasar, boleh menawarkan dan ambil barang kalau belum terjual ya sorenya harus dikembalikan atau bayar disore harinya setelah ambil barang. Kelihatannya Kejam ya...tp tidak, kalau tidak dikembalikan maka karyawan kami yang akan berkeliling ke dalam pasar untuk mengambil barangnya atau menagih uangnya. Kadang barang sudah tidak ada, tapi uang juga tidak dibayarkan... sehingga kadang berulang ulang untuk urusan yang itu itu saja...capek deeeehhh.....

ini akan mengganggu cash flow.

Untuk urusan piutang, bukan berarti tidak akan berikan tapi kami akan lebih selektif lagi. Memilah milah mana yang bener2 perlu untuk dibantu dan bisa dipercaya, semua ada resiko tp kami ga mau menutup kemungkinan ini bagi yang menurut kami ”kredibel”.

Untuk pembayaran cash harga berlaku lain dengan yang pembayaran tempo, cash akan lebih murah. banyak rekanan/pedagang yang protes dengan kebijakan ini. Ini untuk mendorong supaya bisa menghasilkan dana kembali dan memesan barang berikutnya, dengan begini cashflow lancar. Insyaallah.

Strategi ini akan kami pantau keberhasilannya untuk beberpa minggu kedepan, semoga hasilnya lebih baik. Amien.

Kalau ada pembaca yang memiliki pengalaman atau skill teknis untuk pengelolaan kios, mohon sarannya. Kami merasa masih perlu banyak berbenah meski hanya sebuah kios di dalam pasar tradisional.

Salam Funtastic

Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

MEMULAI...YA...MEMULAI

Bagi banyak orang di komusitas TDA kata ini sudah tidak asing lagi. Mememulai ya memulai, tidak ada yang aneh untuk arti kata ini. Begitu mudah bagi yang sudah terbiasa untuk memulai, tapi juga sulit bagi yang belum terbiasa. Apalagi dalam bisnis. Memulai bagai hendak melompati batu karang yang sangat terjal dan tinggi.

Melihat dari kacamata orang yang yang belum pernah melewatinya butuh keberanian bahkan mungkin butuh kenekatan, hambatan terbesar datang dari dalam dirinya sendiri, ya ini yang orang bilang mental blok, anggapan yang mengkerdilkan diri sendiri.

Hanya satu cara: butuh motivasi kuat untuk segera mulai, atau keberanian yang besar. Kalaupun ini tidak cukup satu2nya jalan adalah anda perlu kenekatan. Ga perlu banyak berpikir langsung kerjakan apa yang mau anda kerjakan. Langkahkan kaki, gerakan pertama begitu berat, tp yakinlah bahwa langkah berikutnya akan terasa ringan.

Begitupun dalam memulai bisnis, jadi tunggu apalagi......

Segera mulai..., kalau nyali anda kurang ya....nekad saja.

Selagi itu HALAL...ya lakukan ...

Yup, aku bisa....!!!!

Salam Funtastic

Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

JADI KARYAWANE GUSTI ALLAH

Pagi itu si Bedul makin gelisah, bombardir email dimilis TDA dan blog-blog-nya member TDA makin membuat dia bingung. “aku mau TDB terus atau pindah TDA yaa ??”. Dia bingung mau nanya kemana … klo nanya ke TDA, jawabnya pasti provokasi terus. “Lah tanya siapa yaa ?? oh iya, aku tanya Gus Pur aja, aku pengin nasihat yang lebih arif ”. Gus Pur adalah kyai edan yang dikenal baik sama si Bedul pas iseng ikut pengajian tasawuf.

Si Bedul : assalamua’alaikum Gus …
Gus Pur : salam, ada apa Dul, pagi-2 kok modar amat muka-mu.
Si Bedul : gini Gus.. saya ini lagi bingung beneran, pengin keluar kerja dari perusahaan, pengin jadi pengusaha, tapi masih takut.”
Gus Pur : kamu itu memang edan, nyepelekan Gusti Alloh. Kamu pikir kalau kamu keluar kerja, Gusti Alloh ngga ngurusin kamu apa ?? Ini pertanyaanmu yang ke-7 kali Dul … aku sebenarnya sudah bosen kamu tanya ini terus ..
(Gus Pur langsung nyerocos sambil muncrat-muncrat ludahnya. Si Bedul ngga nyangka langsung di semprot)
Gus Pur : coba kamu pikirkan ke-7 kali Dul !. Kamu sekarang ini kerja ikut perusahaan. Kamu digaji pas-pasan tiap akhir bulan. Kamu dikasih tunjangan ini itu. Itu supaya kamu bisa melakukan semua kewajiban yang diwajibkan ke kamu sebagai karyawan oleh perusahaan. Kamu biar konsentrasi ngurusi kerjaanmu, dan ngga pernah ngurusin gajimu. Soalnya kamu sudah tenang, sudah yakin, kalau perusahaanmu pasti mengurusimu ! menggajimu ! ngasih makan kamu ! njamin biaya kesehatanmu! Ngreditin mobilmu ! ngasih pinjaman uang muka rumahmu ! kurang apa lagi ???
Si Bedul : iya ..iya Gus, saya memang menikmati itu … (sambil nunduk malu)
(Gus Pur nyerocos terus) “Jadi, sebenarnya apa bedanya dengan jadi karyawannya Gusti Alloh ?
Si Bedul : loh maksudnya Gus ? karyawannya Gusti Alloh ?
Gus Pur : lah iya, Gusti Alloh itu yang punya PT Mestakung ! Siapa bosnya ? ya Gusti Alloh langsung ! Kalau kamu jadi karyawannya Gusti Alloh, GAJI kamu UNLIMITED ! TAK TERBATAS! suka-suka Gusti Alloh. Kamu akan dikasih tunjangan rejeki ini itu, dan kamu laksanakan aja semua kewajiban yang diwajibkan oleh Gusti Alloh ke kamu. Kamu konsentrasi saja ngurusi kerjaanmu, dan ngga usah ngurusin rejekimu. Soalnya kamu sudah tenang, sudah yakin, kalau Gusti Alloh pasti mengurusimu ! menggajimu ! ngasih makan kamu ! njamin kesehatanmu! njamin mobilmu ! njamin rumahmu !. Dan semua pemberian itu UNLIMITED ! TAK TERBATAS ! ngga kayak kamu sekarang ini, perusahaanmu itu serba Limited, serba Terbatas. Jadi kamu sendiri toh yang membatasi semua itu?
Si Bedul : lah pekerjaan utamaku apa Gus ? (si Bedul nyela)
Gus Pur : Cuman kewajiban pekerjaan utamamu beda, yaitu menyebarkan rahmatanlilamin ! Jadi khalifatulloh dimuka bumi !
(Gus Pur nyeruput kopinya sebentar .., diam sejenak. Si Bedul agak tenang sedikit)
Si Bedul : iya.. iya Gus ..sekarang saya harus ngapain Gus ?
Gus Pur : lha sekarang kamu mau buka usaha apa ?
Si Bedul : buka toko busana muslim Gus …
Gus Pur : tujuanmu apa buka toko itu ?
Si Bedul : (sambil sok yakin) ya untuk usaha Gus, cari uang. Saya khan penginnya jadi pengusaha yang bebas finansial Gus. Klo saya punya toko, khan nantinya dapat untung. Yang kerja juga karyawan saya Gus, jadi saya akan terima Passive Income Gus.
Gus Pur : bebas finansial gundulmu, passive income mbahmu !!! (sambil ludahnya muncrat ke mukaku)
Gus Pur : kamu kok masih bego amat seh ! bebas finansial itu urusan Gusti Alloh ! bukan urusanmu !
Si Bedul : lah terus tujuannya apa Gus !
Gus Pur : klo kamu buka toko busana muslim, tujuanmu ya pelayanan umat ! ngasih umat barang bagus dan murah ! mbuka lapangan kerja!. Jadi karyawannya Gusti Alloh untuk urusan pelayanan umat, mbuka lapangan kerja dan mbagi rejeki ke supliermu dan karyawanmu ! sedangkan hasilmu, rejeki atau gajimu itu urusan Gusti Alloh ! Bukan urusanmu !
Si Bedul : lah buat apa dong Gus aku belajar ke Brad Sugars, Kottler dll lain-2 itu kalo tujuannya bukan bebas finansial ?
Gus Pur : loh, kok ngambeg. Emang si Brad sama Kottler itu bisa njamin kamu 100% bebas finansial ? yang bisa njamin cuman Gusti Alloh Dul. Kamu belajar ilmu mereka itu hanya untuk modal ikhtiar ! supaya manajemen tokomu lancar. Kalau kamu makin pinter ngelola toko, tokomu bisa makin besar dan banyak! kamu bisa melayani umat lebih banyak, karyawanmu banyak. Kamu pintar mengelola bisnis itu harus, itu kewajiban. Itu modal professionalmu supaya kamu tidak dipecat dari status karyawannya Gusti Alloh. Lah kalau kamu goblok, ngelola bisnis saja nggak becus, mana bisa kamu melaksanakan tugas utamamu, menyebarkan rahmatanlilalamin … ?? Tapi ingat, segala kesuksesan bisnismu itu bukan karena kepintaranmu atau karena si Brad & Kottler itu ! tapi itu semua kehendaknya Gusti Alloh !
Gus Pur : wis … sekarang kamu berkarir aja di PT Mestakung, jadilah karyawannya Gusti Alloh sebaik-baiknya. Lakukan semua perintah dan larangan bosmu itu ! Jadilah karyawan pilihan Gusti Alloh. Kalau kamu pusing, tanya Gusti Alloh langsung. Kalau kamu bahagia, terima kasihlah ke Gusti Alloh langsung ! Sudah, dari tadi mikir gitu aja kok repot...
Si Bedul : wah … edan bener Gus ..assalamu’alaikum Gus …

(Si Bedul makin tenang dan yakin, bahwa dia tidak akan benar-2 keluar dari perusahaan, tapi cuman pindah kerja aja! Busyet ..gampang bener ….)

dikutip dari Rosihan yang
Disarikan dari pemahaman atas pengajian kitab tasawuf klasik Al Hikam karya Ibn Ataillah as-Sakandari.

Salam Funtastic

Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

PERANTAUAN ANAK KAMPUNG

Kemarin minggu saya pergi ke bandung memenuhi undangan calon mertua dari adik bungsu saya. Sebentar lagi insyaallah adik saya itu akan melangsungkan pernikahannya di bandung. Calonnya berasal dari palembang sedangkan kami dari klaten jawa tengah. Sehingga dirasa perlu pihak calon mertua memaparkan dan menjelasan tentang tatacara pernikahan yang akan dilaksanakan dengan menggunakan adat Palembang, sekaligus pembentukan panitia.

Bagi kami ini pengalaman baru, selama ini saya, adik saya mendapat istri orang jawa, sehingga sudah terbiasa dengan adat jawa, kali ini lain. New experience lah..

Kami mengjak bude (kami panggilan begitu karena ia tetangga dekat) Dalam perjalanan ke bandung kami singgah di cimahi, di tempat teman bude, teman sepermainan, satu level, satu kampung dengan sejuta kisah remaja kampung waktu itu. tau sendiri lah ...

Setelah telpon dan tanya orang akhirnya sampai rumah kawan bude yang dimaksud. Rumahnya masuk gang kecil yang hanya bisa dimasuki 1 mobil saja, kalau aada mobil dari arah berlawanan pasti tidak akan bisa untuk simpangan. Kami berhenti didepan sebuah warung kelontong, lalau ada orang keluar dan menyapa ternyata tuan rumah yang kami tuju. Lalau kami dipersilahkan untuk menuju ke kediamannya. Dengan menelusuri jalan kecil kami tiba dirumahnya. Rumahnya sedang 2 saja. Tidak terlalu mewah tapi menurut kami ukurannya lumayan besar.

Si empunya rumah, sudah sejak tahun 1974 merantau meninggalkan kampung halamannya disebelah tenggara lereng gunung merapi. Masih masuk daerah Klaten. Sebut saja namanya Pak Pardi,

Pardi muda berangkat menuju kota Kembang Bandung dan mendapat pekerjaan sebagai karyawan pabrik korek api. Sambil bekerja ia juga berdagang, maka lambat laun ia berhasil membeli tanah disamping pabriknya cukup luas dan satu pekarangan di tempat terpisah hanya berjarak 50 m dan posisinya juga disamping tembok pabrik, ia sempat bekerja selama 15 tahun kemudian keluar bersama sang istri mengelola kios untuk kebutuhan ibu2 rumah tangga.

Istri beliau juga tadinya bekerja di pabrik yang sama setelah menunggu 9 tahun, akhirnya hamil dan memutuskan untuk keluar menunggu kelahiran jabang bayi.ini sudah terjadi 14 tahun yang lalu.

Dari penghasilan mengelola kios ini, akhirnya pak pardi berhasil membangun kontrakan dibelakang kiosnya sebagai masif income dan rumahnya, masih ada beberapa tanah di tempat lain yang juga hasil dari jerih payahnya selama ini, ke depanpun ia sudah berpikir akan membangun kios lagi untuk anaknya yang semata wayang itu. Dengan merantau dan berdagang ia telah sukses (menurut ukuran orang kampungnya) di perantauan.

Ck..ck...ck.....betul – betul sukses nyata dari perjalanan seorang anak muda dari kampung.

Saya yakin ditengah keberhasilannya saat ini, pasti menyimpan cerita perjuangan hidup yang tidak mudah, tp ia mau membayar harga dari sebuah Kesuksesan saat ini...dengan tekad kuat untuk merantau di kota lain dan berdagang.

Andai ia masih bertahan hanya dengan penhasilannya di pabrik itu, entah bagaimana nasibnya saat ini...bukankah ia sukses bukan dari gajinya?, Pun sekaligus menyadarkan saya....kalau mau sukses ya Merantaulah!!, tingglkan kampung halaman, bakar kapal dan pergi jauh, jangan kembali sebelum berhasil diperantauan sana.

Bukankah Merantau akan menunjukan jati diri kita.

Ayam saja yang biasa dikandang dan makan dari pemberian kita akan jauh berbeda dengan ayam ”umbaran” (umbaran istilah jawa untuk ayam yang dibiarkan saja cari makan dan ngandang sendiri. Meski ada kandang sifatnya untuk tidur saja dan tidak untuk dikurung terus) ayam umbaran lebih trengginas, lincah, gesit dan akan sulit untuk ditangkap. Postur tubuhnya juga lebih sehat, lebih tegap, coba anda perhatikan sendiri sifat unggul apalagi yang dipunyai ayam umbaran itu...Banyak ka...

Salam funtastis

Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Thursday, March 1, 2007

Aku Bisa...


Hari ini aku merasa gelisah, melihat wajahku sendiri di depan cermin. Ada satu pertanyaan “ Apa yang sudah kamu lakukan untuk keluargamu?”, untuk berkumpul menjadi keluarga yang mandiri, blm aku lakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya untuk kesembuhan anakku yang sampai saat ini belum bisa berjalan. Kata dokter anak kami kena virus CMV, salah satu virus dari TORCH. Yang menghambat perintah dari otak ke seluruh tubuh sehingga anakku masih belum bisa menggerakkan anggota badannya dengan normal. Anak kami memang dilahirkan prematur. Ya…disana dikampung halaman ibunya anak kami dirawat dan diberi pengobatan, kami sudah pernah berobat , baik yang alternatif sampai ke dokter specialis. Tapi nyatanya sampai hari ini anak kami belum menunjukkan ke arah yang lebih baik..sampai hari ini pun kami masih belum tahu, bagaimana lagi supaya anak kami bisa cepat normal dan mandiri selayaknya anak seumuran dengannya…

“Ah.. apa itu nggak Cuma alasan saja, untuk menutupi ketidakmampuanmu..?”

“Apa aku tidak mampu, Tidak aku Bisa dan Mampu untuk mandiri, mengumpulkan keluargaku kembali dalam rumah yang hangat dengan kasih dan sayang dan selalu diberkahi oleh rahmat dari Allah swt. “

“Punya waktu banyak bersama dengan keluarga, kapan saja aku mau tidak dibatasi oleh jam dan kungkungan pekerjaan yang membosankan.”

Aku harus bisa!!

Salam FUUUNtastic.

wahidnurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Tuesday, February 27, 2007

Apa sih yang ku mau…

Bertanyalah pada diri sendiri, mau jadi apa anda setelah pensiun? Menikmati sisa umur setelah pensiun, bekerja lagi, atau memang anda harus bekerja agar dapur tetap ngebul?

Sudah terbayangkah di benak kita, bahwa kita akan bisa menikmati masa pensiun dengan nyaman. Saya mau pergi keluar kota, jalan jalan ke bali, bunaken, danau toba atau sentani di irian sana, keluar negeri atau mau kemana saja kita mau bersama keluarga dan orang2 yang kita cintai.

Sebelum bagaimana kita melakukan sesuatu, lebih dahulu tanyakan mau apa kita, apa yang kita tuju?? Kalau kita misalnya mau ke Bandung, dan kita sudah putuskan kita harus sampai Bandung, saya yakin dari level manapun bisa ke Bandung, tergantung seberapa kuat keinginan, semangat, spirit, dan keuletan kita. Tentu bagaimana caranya anda akan mencarinya, kalaupun sekarang anda belum menemukannya, tak usah berkecil hati, suatu saat anda akan menemukan , apa mau naik kendaraan lambat atau cepat untuk bisa ke bandung. Semua tenaga anda akan tercurah kesana.

Gak percaya, yokk kita buktikan ..!!

Segera putuskan APA yang kita mau. Itu kuncinya.

Pada saat saya masih kecil, saya begitu senang melihat paman saya mengutak atik mobilnya, meskipun saya ga berbuat apa2 alias cuma nongkrong di sampingnya sambil sekali kali diminta untuk mengambilkan kunci. ia mantan montir di PPD pada saat perusahaan itu masih “moncer”, tp kemudian keluar dan pilih mengelana ke Irak sekitar tahun 1980an, padahal di sana baru berlangsung perang iran-irak.

Disitu saya ingin jadi …., ee… pokoknya yang ahli masalah teknik, karena saya waktu itu ga ngerti yang saya maksud jadi insinyur. Keinginan itu terbawa kabur dalam ingatan, kadang kadang ingat dan kadang kadang juga gak ingat, ingat kalau pas ada yang tanya, mau apa kamu besok, atau apa cita2 mu. Baru deh, “oh ya.. mau jadi insinyur”. Waktu SD saya memang top, ya pinternya, ya bandelnya. Sampai2 pernah dikejar kejar teman satu sekolahan, tapi ya gak ketangkep…laa wong lagi main kejar kejaran, ee…kok malah jd kejar beneran. Di kelas atau di luar kelas masih berlanjut. Tp waktu itu teman2 saya dan saya takut dengan guru, jadi kalau ada guru yang lihat, pura pura ga ada apa2 tp kalau lepas dari pandangan guru, lannnjuttt lagi he..he...he..

Tujuan saya itu berguna kalau lagi ada lulus lulusan, maksudnya lulus jenjang sekolah, SD ke SMP itu kan dah otomatis, ga usah mikir. SMP ke SMA kan banyak pilihannya, dari situ saya sudah mengarah ambil ke teknik. Saya ambil sekolah teknik luar negeri (maksudnya swata lho..) bukan karena ga sampai nilainya, tapi biar lebih “berani…”. Kenapa berani dalam tanda kutip, karena saya ga pd, minderan, kuper…jadi saya ambil sekolah teknik buat ambil keberanian.

Setelah lulus rupanya Allah masih memberi saya jalan, keuangan ekonomi orang tua masih sanggup untuk saya melanjutkan sekolah, meski tadinya saya mempunyai pikiran, “ah.. kalau ga ada biaya lagi saya bisa langsung kerja”. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk melanjutkan studi, lagi lagi ke “luar negeri”, tp ilmu yg saya dapat ternyata tak melulu teknik, wah…banyak deh saya kalau inget jadi malu, karena saya yang dulunya kuper, jd tau macam2, bukan karena diajarkan tapi karena teman2 saya, salah satunya ilmu mendekati cewek …wuuuih dasyat maann. karena saya dulu paling anti main kerumah cewek, belajar ya belajar aja,tp aslinya msh gemeteran sih.. he..he..he..( jd malu nich..).

Alhamdulillah sampai akhirnya saya bisa menyelesaikan studi saya, setelah melanglang buana ke luar negeri sampai akhirnya selesai di negeri. Mungkin karena tujuannya ga kuat kali ya, sering kabur kena angin, makanya saya agak lama jadi insinyurnya.. tp kan sampai juga tujuan saya. Alhamdulillah…

Nah sekarang tinggal kita punya Tujuan APA??

Kalau saya sekarang, Mau jadi pengusaha yang banyak manfaatnya. Bisa kasih kebahagian dengan orang lain. BERBAGI kita BAHAGIA, tentang berbagi anda punya ceritanya, saya pernah lho…

Begini Ceritanya … eee… buat episode lain aja yach… insyaallah):

Di Kominitas TDA adalah ajang berbagi, bagi ILMU…. jelas!! untuk take action dan full TDA, dan bagi2 yang lainnya. Yang membagi senang dan yang dapat juga senang jadi BERBAGI kita BAHAGIA!!!.

Salam FUUUNtastic.

wahidnurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Wednesday, February 21, 2007

Pensiun, kalau dihitung hitung ....

Ini ada pemikiran yang cukup menggelitik, coba baca saja, kalau dipikir2 ga salah kan, punya gambaran pemikiran seperti ini, coba simak postingan berikut ini :

Mendekati or memasuki umur kepala 4, apa sih yang dilakukan dalam menghadapi masa pensiun? Apa cuma mengandalkan gaji or pesangon di hari tua? Perlukah membuka jalur bisnis baru?

Ngitung2 dikit ah...

Kita kerja berapa tahun lagi ya.. 55-37 = 18 th lagi.

Kebutuhan kita sebulan sekarang berapa? Misal 15 jt, tapi nanti di umur 55 kan anak udah pada cari kerja sendiri, trus kita jarang clubbing, paling di rumah miara ikan.. hehe.. jadi paling abis 5 jt an.

Kalo dg asumsi inflasi 10%/th, maka duit 5 juta (nilai sekarang) akan sama dg 28 jt (nilai 18 th lagi).

Pertanyaan, bagaimana supaya setelah pensiun kita bisa tetap terima minimal 28jt / bulan utk menjaga supaya kualitas hidup kita ga merosot?

Dari deposito gimana? Sekarang bunga deposito cuma 6% an, udah sedikit, eh masih dipotong pajak lagi. Jadi supaya bisa terima bunga 28 jt/bln, duit deposito kita harus ada minimal kira-kira 5,5 milyar.

Sekarang utk bisa punya deposito 5,5 M, mesti nabung berapa ya? Hitung2an saya sih kita jatuhnya mesti nabung 14 jt / bln selama 18 th dg bunga 6%.

Dg asumsi kita cuma bisa nabung 25% dari penghasilan, berarti penghasilan kita sekarang minimal harus 60jt /bln. Tapi balik muter lagi, kalo skrg penghasilan 60 jt / bln, apa sanggup 18 th lagi hidup cuma dg nilai sekarang 5 jt / bln? Bisa serasa miskin lagi... hehehe...

Intinya ga mungkin mengandalkan deposito atau tabungan, kecuali tiba2 kita terima dana hibah gede2an.

Investasi? Hmm... (sumber dari Ryad Kusuma)

Hmm…ada benernya kan, kalau dihitung2 apa yang kita dapat selama ini akan tidak jauh2 dari perhitungan diatas selama kita jadi karyawan seperti saat ini, lantas apa yang mau kita perbuat untuk memperbaiki sisa hidup kita untuk memasuki hari pensiun kita?

“BERI UMPAN DI DEPAN” untuk memaksimalkan segenap kemampuan, perlu IMPIKAN Cita2 didepan, dan berusaha meraih segala IMPIAN. Canangkan kita bisa meraihnya!!!

saya harus bisa jadi pengusaha yang bisa membantu sesama.!!

Tunggu apalagi saya harus segera take action.

Go..!!!

Salam FUUUNtastic.

Dari yang sedang ber’ubah’ jadi pengusaha

wahidnurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Friday, February 16, 2007

KESUKSESAN SAYA…..

Pernahkan anda membaca biografi pendiri Honda dan pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis Honda -- Soichiro Honda -- selalu diliputi kegagalan saat menjalani kehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis mendunia itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur.Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. ''ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN SAYA,'' tuturnya. Ia memberikan petuah, ''KETIKA ANDA MENGALAMI KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH MIMPI BARU.'' Jelas perjuangan Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin.

Dari yang sedang ber’amphibi’dari para suhu diTDA

Wahid Nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

email : w_nurhadi@yahoo.com

Monday, February 12, 2007

Bakso pikul Keliling

Tukang Bakso pikul Keliling.


Sore itu saya datang ke sebuah perumahan di wilayah Cibinong Bogor, dengan mengendarai motor berdua dengan teman bernama Kampuh, Dia adalah teman seperguruan sewaktu belajar di Jogja. Postur tubuhnya besar dan tegap, maklum dia memang berprofesi sebagai satpam di sebuah penerbitan di bilangan jakarta timur.

Sampai diperumahan tersebut menjelang magrib. Tapi sayang si empunya rumah yang kami tuju belum sampai dan masih dalam perjalanan, yach.. kami harus menunggu.Ok baiklah kita tunggu saja di depan pintu gerbang ini. Aha…ini dia , ada penjual Bakso pikul yang sedang melayani penghuni samping rumah.

Bang Bakso yach…2 , pintaku. Kebetulan perut sudah keroncongan minta diisi. Dengan sigap penjual bakso meracik ramuan dan sesaat kemudian menyodorkannya kepada kami. Segera ku santap bakso ini,

“” Uuppss..masih panas…#$%@ !!?? ””, lalu iseng aku ajak ngobrol pak tua tukang bakso itu, yach..kira2 ia berusia 48 tahunan, saya tebak pasti perantauan dari daerah jawa tengah sekitar solo atau wonogiri, saya tahu dari bakso yang disuguhkannya kepada saya.


Bapak, asalnya dari mana..?, tanyaku.

Sragen mas, sautnya.

Dah lama ke jakarta?, tanyaku lagi.

Lumayan kurang lebih dari tahun 94 (maksudnya 1994)

dari dulu jualan bakso seperti ini pak?

Iya, alhamdulillah mas, seperti ini juga hasilnya lumayan.

Disini rumah sendiri??

Nggak, saya kontrak dekat pabrik. Itu di seberang jalan besar luar perumahan ini.

Bapak berkeluarga, ada anak dan istri ?

Iya, saya ada anak tiga dan istri , tapi ada di kampung mas.

Sering pulang kampung berarti yach??

Sebulan, biasanya sekali mas. Sambil ngasih uang hasil usaha di sini.

Alhamdulillah, meski Cuma dagang bakso keliling tapi saya bisa bersih tiap bulan bisa nabung 800 ribu, dah dikurangi biaya kontrak,makan,dan buat dagang. Bersih bisa segitu mas rata2.

Wah..bapak hebat bisa nabung segitu, lanjutku.

Yach, alhamdulillah kalau dibanding karyawan pabrik mas, dapat UMR masih dikurangi biaya hidup,kontrak dan lainnya habis dan kadang masih kurang, tapi herannya mereka masih tetap saja gak mau berubah dan usaha yang lainnya. Memang jualan kaya begini kelihatan nggga elit sama sekali, tapi hasilnya lebih bagus dibandingkan dengan mereka para karyawan pabrik kebayakan, apalagi yang kontrak, sewaktu-waktu bisa di “tendang” keluar mas. Tambah parah sebetulnya nasib mereka, kaya telur sudah dipinggir meja, hampir jatuh.


Hehe…bapak bisa aja, tp bener juga sih, pendapat bapak. Apalagi perusahaannya hampir bangkrut ya, dah hampir ga bisa gaji karyawannya, tp tetap aja nggak bergerak-bergerak cari jalan lain, tetap aja disitu. Temanku hanya mendengarkan obrolan saya dengan tukang bakso, tapi dia juga manggut-manggut sepertinya setuju dengan obrolan kami.


Pak, saya juga berpikir seperti itu, maksudnya ingin punya usaha sendiri. Saya juga nggak mau seperti telor tadi hehehe…


Obrolan kami makin berlanjut akrab dan seru, sampai – sampai tanpa terasa bakso yang ada di tanganku sudah habis,

Mau tambah lagi mas..?? pak tua memberi tawaran

sudah pak, semangkok aja sudah cukup kenyang.


Lalu kami bayar. Hanya 7000 dua mangkok. Murah yach…


Daerah sini ada musholla atau masjid dimana pak?, tanyaku. Sholat maghrib sudah masuk sejak kami melahap bakso tadi. Sembari menunggu yang empunya rumah.


Mas belok kanan lalu keluar pos satpam lalu kekiri lurus di ujung jalan sana ada masjid.

Ya, sudah mas, silahkan kalau mau ke masjid dulu. Terima kasih yach…saya juga mau jualan lagi.

Pak tua tadi lalu memikul dagangannya lalu berlalu di hadapan kami..mariiii….sapanya.

Perjuangan kristalisasi keringat menjemput rejeki tanpa kenal lelahnya, mengugah semangatku, Menyadarkan, ” Bangun..!! kamu harus segera Berubah, wujudkan impianmu”


Lalu kami beranjak dengan motor menuju masjid yang ditunjuk bapak Penjual Bakso Pikul Keliling tadi…


Salam FUUUNtastic.


Dari yang sedang ber’amphibi’dari para suhu diTDA

Wahid Nurhadi

0815 794 2128 (sms saja biar irit untuk anda)

http://wahidnurhadi.blogspot.com

email : w_nurhadi@yahoo.com

YM : wahidnurhadi (masukkan saja alamat emailku)

Take Action

“Take Action” kata ini yg sering menggaung dari komunitas TDA. Dari kebiasaanku akhir2 ini yang sering mengunjungi blog2 para motivator , inpirator dan provokator hebat dari komunitas TDA, dari pak Roni, pak Hadi, masbukhin dan lainya.


Tidak tahan dengan kata-kata sang propokator, sore itu sepulang kantor( he..he..masih TDB nich.) langsungku ambil hp yang ada disaku trus telp pak Hadi,” hallo, assalamualaikum pak, saya wahid” , ini wahid siapa yach..? kata suara diujung telp. Maklum memang ini pertama kali aku telp beliau. Akhirnya dengan deg-degkan ku jawab dengan lebih detail bahwa aku mengenalnya dari blog yang sering diupdate untuk mempropokator orang-orang, salah satu hasilnya yaa….saya ini yang terprovokasi. Ok…kapan2 main kesini aja mas, nanti kita ngobrol – ngobrol. Wah kesempatan nich, pak hadi ini sepertinya orangnya care juga., hanya dengan obrolan dari telpon sebelumnya saya langsung meluncur ke rumah pak hadi. Setelah tanya sana sini , akhirnya ketemu juga rumahnya. Dengan agak grogi akhirnya ku beranikan diri ketuk pintu. Lalu keluar yang punya rumah, Oh…ini toh pak hadi. Duduk..!! ayo masuk sini ..!!, bisnis apa sekarang, kata2 ini yang meluncur keluar dari pak hadi, dengan glagepan ( bahasa indonya apa yach..??)ku jawab, sebenarnya saya masih TDB dan minat banget jadi TDA, Istri saya masih di kebumen jawa tengah saat ini sedang nunggu kios milik ibunya. Tp saya juga ingin sekali punya bisnis sendiri. Selain itu juga pernah pengalaman bangkrut sebelumnya di bisnis makanan. Oo… bagus itu, sering2 kesini saja belajar sama2 saya.katanya. dibawah umur 35th (setahu saya malah dibawah 30th ) kita harus merasakan bangkrut, dan bangkit lagi untuk memulai, jangan kapok. Trus maju sampai berhasil dan sukses.( ga salah lagi…memang benar benar provokator…..: pikirku).


Setelah tanya ngobrol sana sini, akhirnya aku ambil slimut hijau untuk langkah pertama Actionku dengan jumlah satu. (ssssst karena sebetulnya aku ga siap apa2 dan didompetku dana hanya tersisa selembar saja). Ok…saya jadi ambil pak, kataku mantap. (aslinya tetap ada bisikan , bisa laku ga yach..??) Selain itu oleh istrinya pak hadi aku ditawari baju, semula aku ga minat..namun besoknya saya kembali lagi untuk ambil baju jumlahnya 17 buah. Sebuah selimut ku jadikan sample dan beberapa baju dibawa ke sekolahan yang ku titipkan pada ibu untuk diperlihatkan kepada ibu2 dan pak guru. Eee…..kok laku juga, selimutku langsung dibeli dan ada 2 orang yang pesan selimut dan untuk baju 3 terjual. Dan ternyata pun setelah 2 orang pemesan dipenuhi pesanannya, masih ada juga yg pesan lagi. Alhamdulillah…


ternyata Allah kadang memberi rejeki dari jalan yang tak disangka sangka. Dan yang terpenting kita wajib mensyukuri nikmat-Nya. Mensyukuri itu bisa menambah nikmat lebih dari yang kita dapatkan. Amien.

Salam FUUUNtastic.

Dari yang sedang ber’amphibi’dari para suhu diTDA

Wahid Nurhadi

0815 794 2128 (sms saja biar irit untuk anda)

http://wahidnurhadi.blogspot.com

email : w_nurhadi@yahoo.com

YM : wahidnurhadi (masukkan saja alamat emailku)

Friday, January 26, 2007

Penjual Bakso Keliling

Sore itu saya bersama seorang teman meluncur ke arah selatan melewati jalanan yang semrawut., apalagi kalau bukan macet namanya. Tujuannya jelas mengunjungi seorang teman yang berada di Cibinong jawa barat. Perjalanan kurang lebih satu jam. menjelang maghrib kami tiba di pintu gerbang perumahan, dengan memberi kode ke satpan, jelas maksudnya mau melewati pos. kami lancar saja bisa lewat penjagaan itu, dengan senyum simpul "kok tidak diperiksa". Akhirnya sampai juga persis didepan rumah, tidak ada tanda2 ada orang di dalam rumah . Ah....sampai mana mereka??. tidak sabar lalu teman saya telp... "Maaf friend, gua baru aja nunggu teman lainnya, ini baru mau berangkat" terdengar suara diujung telp sana. "hari gini baru mau brangkat" guman temanku. yach sudahlah kita tunggu saja disini. persis disamping rumah ada seorang penjual bakso keliling. "Ah, kebetulan nich bisa buat ganjal perut" pikirku, ku parkir kendaraanku. dan langsung " Bang, bakso ya!!..", sudah setengah baya lelaki penjual bakso ini. dengan trampil ia memainkan racikan bumbu dan menyeduhnya dengan kuah plus baksonya. (bersambung....)

By W.Nurhadi
http://wahidnurhadi.blogspot.com

Friday, January 19, 2007

Dimanakah blogku??...

Saat pertama belajar mesti menjumpai hal hal baru dan tidak bisa terhindar dari apa yg namanya bingung. mesti apa ya?, kok nggak ada tampilannya, gimana nich? saya pun juga begitu pertama buat blog, coba satu paragrap di"posting", mau cek dan serching di google, kok nggak dikenali. Lho...google yg biasa saya pake gak bisa ketemu. dimana yang salah dengan blogku ini?. sampai hari ini pun belum tau, e... gimana yach??

Tuesday, January 16, 2007

Test...test...

Ini adalah awal pertama aku mencoba menulis dengan blog. Apa itu Blog? makanan macam apa itu? itulah yang merasuki benakku pada saat pertama kali mendengarnya...
Test...test...
Akhirnya aku bisa menulis di blog..
Hooreee...!!!

By W.Nurhadi