Tuesday, February 27, 2007

Apa sih yang ku mau…

Bertanyalah pada diri sendiri, mau jadi apa anda setelah pensiun? Menikmati sisa umur setelah pensiun, bekerja lagi, atau memang anda harus bekerja agar dapur tetap ngebul?

Sudah terbayangkah di benak kita, bahwa kita akan bisa menikmati masa pensiun dengan nyaman. Saya mau pergi keluar kota, jalan jalan ke bali, bunaken, danau toba atau sentani di irian sana, keluar negeri atau mau kemana saja kita mau bersama keluarga dan orang2 yang kita cintai.

Sebelum bagaimana kita melakukan sesuatu, lebih dahulu tanyakan mau apa kita, apa yang kita tuju?? Kalau kita misalnya mau ke Bandung, dan kita sudah putuskan kita harus sampai Bandung, saya yakin dari level manapun bisa ke Bandung, tergantung seberapa kuat keinginan, semangat, spirit, dan keuletan kita. Tentu bagaimana caranya anda akan mencarinya, kalaupun sekarang anda belum menemukannya, tak usah berkecil hati, suatu saat anda akan menemukan , apa mau naik kendaraan lambat atau cepat untuk bisa ke bandung. Semua tenaga anda akan tercurah kesana.

Gak percaya, yokk kita buktikan ..!!

Segera putuskan APA yang kita mau. Itu kuncinya.

Pada saat saya masih kecil, saya begitu senang melihat paman saya mengutak atik mobilnya, meskipun saya ga berbuat apa2 alias cuma nongkrong di sampingnya sambil sekali kali diminta untuk mengambilkan kunci. ia mantan montir di PPD pada saat perusahaan itu masih “moncer”, tp kemudian keluar dan pilih mengelana ke Irak sekitar tahun 1980an, padahal di sana baru berlangsung perang iran-irak.

Disitu saya ingin jadi …., ee… pokoknya yang ahli masalah teknik, karena saya waktu itu ga ngerti yang saya maksud jadi insinyur. Keinginan itu terbawa kabur dalam ingatan, kadang kadang ingat dan kadang kadang juga gak ingat, ingat kalau pas ada yang tanya, mau apa kamu besok, atau apa cita2 mu. Baru deh, “oh ya.. mau jadi insinyur”. Waktu SD saya memang top, ya pinternya, ya bandelnya. Sampai2 pernah dikejar kejar teman satu sekolahan, tapi ya gak ketangkep…laa wong lagi main kejar kejaran, ee…kok malah jd kejar beneran. Di kelas atau di luar kelas masih berlanjut. Tp waktu itu teman2 saya dan saya takut dengan guru, jadi kalau ada guru yang lihat, pura pura ga ada apa2 tp kalau lepas dari pandangan guru, lannnjuttt lagi he..he...he..

Tujuan saya itu berguna kalau lagi ada lulus lulusan, maksudnya lulus jenjang sekolah, SD ke SMP itu kan dah otomatis, ga usah mikir. SMP ke SMA kan banyak pilihannya, dari situ saya sudah mengarah ambil ke teknik. Saya ambil sekolah teknik luar negeri (maksudnya swata lho..) bukan karena ga sampai nilainya, tapi biar lebih “berani…”. Kenapa berani dalam tanda kutip, karena saya ga pd, minderan, kuper…jadi saya ambil sekolah teknik buat ambil keberanian.

Setelah lulus rupanya Allah masih memberi saya jalan, keuangan ekonomi orang tua masih sanggup untuk saya melanjutkan sekolah, meski tadinya saya mempunyai pikiran, “ah.. kalau ga ada biaya lagi saya bisa langsung kerja”. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk melanjutkan studi, lagi lagi ke “luar negeri”, tp ilmu yg saya dapat ternyata tak melulu teknik, wah…banyak deh saya kalau inget jadi malu, karena saya yang dulunya kuper, jd tau macam2, bukan karena diajarkan tapi karena teman2 saya, salah satunya ilmu mendekati cewek …wuuuih dasyat maann. karena saya dulu paling anti main kerumah cewek, belajar ya belajar aja,tp aslinya msh gemeteran sih.. he..he..he..( jd malu nich..).

Alhamdulillah sampai akhirnya saya bisa menyelesaikan studi saya, setelah melanglang buana ke luar negeri sampai akhirnya selesai di negeri. Mungkin karena tujuannya ga kuat kali ya, sering kabur kena angin, makanya saya agak lama jadi insinyurnya.. tp kan sampai juga tujuan saya. Alhamdulillah…

Nah sekarang tinggal kita punya Tujuan APA??

Kalau saya sekarang, Mau jadi pengusaha yang banyak manfaatnya. Bisa kasih kebahagian dengan orang lain. BERBAGI kita BAHAGIA, tentang berbagi anda punya ceritanya, saya pernah lho…

Begini Ceritanya … eee… buat episode lain aja yach… insyaallah):

Di Kominitas TDA adalah ajang berbagi, bagi ILMU…. jelas!! untuk take action dan full TDA, dan bagi2 yang lainnya. Yang membagi senang dan yang dapat juga senang jadi BERBAGI kita BAHAGIA!!!.

Salam FUUUNtastic.

wahidnurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Wednesday, February 21, 2007

Pensiun, kalau dihitung hitung ....

Ini ada pemikiran yang cukup menggelitik, coba baca saja, kalau dipikir2 ga salah kan, punya gambaran pemikiran seperti ini, coba simak postingan berikut ini :

Mendekati or memasuki umur kepala 4, apa sih yang dilakukan dalam menghadapi masa pensiun? Apa cuma mengandalkan gaji or pesangon di hari tua? Perlukah membuka jalur bisnis baru?

Ngitung2 dikit ah...

Kita kerja berapa tahun lagi ya.. 55-37 = 18 th lagi.

Kebutuhan kita sebulan sekarang berapa? Misal 15 jt, tapi nanti di umur 55 kan anak udah pada cari kerja sendiri, trus kita jarang clubbing, paling di rumah miara ikan.. hehe.. jadi paling abis 5 jt an.

Kalo dg asumsi inflasi 10%/th, maka duit 5 juta (nilai sekarang) akan sama dg 28 jt (nilai 18 th lagi).

Pertanyaan, bagaimana supaya setelah pensiun kita bisa tetap terima minimal 28jt / bulan utk menjaga supaya kualitas hidup kita ga merosot?

Dari deposito gimana? Sekarang bunga deposito cuma 6% an, udah sedikit, eh masih dipotong pajak lagi. Jadi supaya bisa terima bunga 28 jt/bln, duit deposito kita harus ada minimal kira-kira 5,5 milyar.

Sekarang utk bisa punya deposito 5,5 M, mesti nabung berapa ya? Hitung2an saya sih kita jatuhnya mesti nabung 14 jt / bln selama 18 th dg bunga 6%.

Dg asumsi kita cuma bisa nabung 25% dari penghasilan, berarti penghasilan kita sekarang minimal harus 60jt /bln. Tapi balik muter lagi, kalo skrg penghasilan 60 jt / bln, apa sanggup 18 th lagi hidup cuma dg nilai sekarang 5 jt / bln? Bisa serasa miskin lagi... hehehe...

Intinya ga mungkin mengandalkan deposito atau tabungan, kecuali tiba2 kita terima dana hibah gede2an.

Investasi? Hmm... (sumber dari Ryad Kusuma)

Hmm…ada benernya kan, kalau dihitung2 apa yang kita dapat selama ini akan tidak jauh2 dari perhitungan diatas selama kita jadi karyawan seperti saat ini, lantas apa yang mau kita perbuat untuk memperbaiki sisa hidup kita untuk memasuki hari pensiun kita?

“BERI UMPAN DI DEPAN” untuk memaksimalkan segenap kemampuan, perlu IMPIKAN Cita2 didepan, dan berusaha meraih segala IMPIAN. Canangkan kita bisa meraihnya!!!

saya harus bisa jadi pengusaha yang bisa membantu sesama.!!

Tunggu apalagi saya harus segera take action.

Go..!!!

Salam FUUUNtastic.

Dari yang sedang ber’ubah’ jadi pengusaha

wahidnurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Friday, February 16, 2007

KESUKSESAN SAYA…..

Pernahkan anda membaca biografi pendiri Honda dan pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis Honda -- Soichiro Honda -- selalu diliputi kegagalan saat menjalani kehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis mendunia itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur.Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. ''ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN SAYA,'' tuturnya. Ia memberikan petuah, ''KETIKA ANDA MENGALAMI KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH MIMPI BARU.'' Jelas perjuangan Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin.

Dari yang sedang ber’amphibi’dari para suhu diTDA

Wahid Nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

email : w_nurhadi@yahoo.com

Monday, February 12, 2007

Bakso pikul Keliling

Tukang Bakso pikul Keliling.


Sore itu saya datang ke sebuah perumahan di wilayah Cibinong Bogor, dengan mengendarai motor berdua dengan teman bernama Kampuh, Dia adalah teman seperguruan sewaktu belajar di Jogja. Postur tubuhnya besar dan tegap, maklum dia memang berprofesi sebagai satpam di sebuah penerbitan di bilangan jakarta timur.

Sampai diperumahan tersebut menjelang magrib. Tapi sayang si empunya rumah yang kami tuju belum sampai dan masih dalam perjalanan, yach.. kami harus menunggu.Ok baiklah kita tunggu saja di depan pintu gerbang ini. Aha…ini dia , ada penjual Bakso pikul yang sedang melayani penghuni samping rumah.

Bang Bakso yach…2 , pintaku. Kebetulan perut sudah keroncongan minta diisi. Dengan sigap penjual bakso meracik ramuan dan sesaat kemudian menyodorkannya kepada kami. Segera ku santap bakso ini,

“” Uuppss..masih panas…#$%@ !!?? ””, lalu iseng aku ajak ngobrol pak tua tukang bakso itu, yach..kira2 ia berusia 48 tahunan, saya tebak pasti perantauan dari daerah jawa tengah sekitar solo atau wonogiri, saya tahu dari bakso yang disuguhkannya kepada saya.


Bapak, asalnya dari mana..?, tanyaku.

Sragen mas, sautnya.

Dah lama ke jakarta?, tanyaku lagi.

Lumayan kurang lebih dari tahun 94 (maksudnya 1994)

dari dulu jualan bakso seperti ini pak?

Iya, alhamdulillah mas, seperti ini juga hasilnya lumayan.

Disini rumah sendiri??

Nggak, saya kontrak dekat pabrik. Itu di seberang jalan besar luar perumahan ini.

Bapak berkeluarga, ada anak dan istri ?

Iya, saya ada anak tiga dan istri , tapi ada di kampung mas.

Sering pulang kampung berarti yach??

Sebulan, biasanya sekali mas. Sambil ngasih uang hasil usaha di sini.

Alhamdulillah, meski Cuma dagang bakso keliling tapi saya bisa bersih tiap bulan bisa nabung 800 ribu, dah dikurangi biaya kontrak,makan,dan buat dagang. Bersih bisa segitu mas rata2.

Wah..bapak hebat bisa nabung segitu, lanjutku.

Yach, alhamdulillah kalau dibanding karyawan pabrik mas, dapat UMR masih dikurangi biaya hidup,kontrak dan lainnya habis dan kadang masih kurang, tapi herannya mereka masih tetap saja gak mau berubah dan usaha yang lainnya. Memang jualan kaya begini kelihatan nggga elit sama sekali, tapi hasilnya lebih bagus dibandingkan dengan mereka para karyawan pabrik kebayakan, apalagi yang kontrak, sewaktu-waktu bisa di “tendang” keluar mas. Tambah parah sebetulnya nasib mereka, kaya telur sudah dipinggir meja, hampir jatuh.


Hehe…bapak bisa aja, tp bener juga sih, pendapat bapak. Apalagi perusahaannya hampir bangkrut ya, dah hampir ga bisa gaji karyawannya, tp tetap aja nggak bergerak-bergerak cari jalan lain, tetap aja disitu. Temanku hanya mendengarkan obrolan saya dengan tukang bakso, tapi dia juga manggut-manggut sepertinya setuju dengan obrolan kami.


Pak, saya juga berpikir seperti itu, maksudnya ingin punya usaha sendiri. Saya juga nggak mau seperti telor tadi hehehe…


Obrolan kami makin berlanjut akrab dan seru, sampai – sampai tanpa terasa bakso yang ada di tanganku sudah habis,

Mau tambah lagi mas..?? pak tua memberi tawaran

sudah pak, semangkok aja sudah cukup kenyang.


Lalu kami bayar. Hanya 7000 dua mangkok. Murah yach…


Daerah sini ada musholla atau masjid dimana pak?, tanyaku. Sholat maghrib sudah masuk sejak kami melahap bakso tadi. Sembari menunggu yang empunya rumah.


Mas belok kanan lalu keluar pos satpam lalu kekiri lurus di ujung jalan sana ada masjid.

Ya, sudah mas, silahkan kalau mau ke masjid dulu. Terima kasih yach…saya juga mau jualan lagi.

Pak tua tadi lalu memikul dagangannya lalu berlalu di hadapan kami..mariiii….sapanya.

Perjuangan kristalisasi keringat menjemput rejeki tanpa kenal lelahnya, mengugah semangatku, Menyadarkan, ” Bangun..!! kamu harus segera Berubah, wujudkan impianmu”


Lalu kami beranjak dengan motor menuju masjid yang ditunjuk bapak Penjual Bakso Pikul Keliling tadi…


Salam FUUUNtastic.


Dari yang sedang ber’amphibi’dari para suhu diTDA

Wahid Nurhadi

0815 794 2128 (sms saja biar irit untuk anda)

http://wahidnurhadi.blogspot.com

email : w_nurhadi@yahoo.com

YM : wahidnurhadi (masukkan saja alamat emailku)

Take Action

“Take Action” kata ini yg sering menggaung dari komunitas TDA. Dari kebiasaanku akhir2 ini yang sering mengunjungi blog2 para motivator , inpirator dan provokator hebat dari komunitas TDA, dari pak Roni, pak Hadi, masbukhin dan lainya.


Tidak tahan dengan kata-kata sang propokator, sore itu sepulang kantor( he..he..masih TDB nich.) langsungku ambil hp yang ada disaku trus telp pak Hadi,” hallo, assalamualaikum pak, saya wahid” , ini wahid siapa yach..? kata suara diujung telp. Maklum memang ini pertama kali aku telp beliau. Akhirnya dengan deg-degkan ku jawab dengan lebih detail bahwa aku mengenalnya dari blog yang sering diupdate untuk mempropokator orang-orang, salah satu hasilnya yaa….saya ini yang terprovokasi. Ok…kapan2 main kesini aja mas, nanti kita ngobrol – ngobrol. Wah kesempatan nich, pak hadi ini sepertinya orangnya care juga., hanya dengan obrolan dari telpon sebelumnya saya langsung meluncur ke rumah pak hadi. Setelah tanya sana sini , akhirnya ketemu juga rumahnya. Dengan agak grogi akhirnya ku beranikan diri ketuk pintu. Lalu keluar yang punya rumah, Oh…ini toh pak hadi. Duduk..!! ayo masuk sini ..!!, bisnis apa sekarang, kata2 ini yang meluncur keluar dari pak hadi, dengan glagepan ( bahasa indonya apa yach..??)ku jawab, sebenarnya saya masih TDB dan minat banget jadi TDA, Istri saya masih di kebumen jawa tengah saat ini sedang nunggu kios milik ibunya. Tp saya juga ingin sekali punya bisnis sendiri. Selain itu juga pernah pengalaman bangkrut sebelumnya di bisnis makanan. Oo… bagus itu, sering2 kesini saja belajar sama2 saya.katanya. dibawah umur 35th (setahu saya malah dibawah 30th ) kita harus merasakan bangkrut, dan bangkit lagi untuk memulai, jangan kapok. Trus maju sampai berhasil dan sukses.( ga salah lagi…memang benar benar provokator…..: pikirku).


Setelah tanya ngobrol sana sini, akhirnya aku ambil slimut hijau untuk langkah pertama Actionku dengan jumlah satu. (ssssst karena sebetulnya aku ga siap apa2 dan didompetku dana hanya tersisa selembar saja). Ok…saya jadi ambil pak, kataku mantap. (aslinya tetap ada bisikan , bisa laku ga yach..??) Selain itu oleh istrinya pak hadi aku ditawari baju, semula aku ga minat..namun besoknya saya kembali lagi untuk ambil baju jumlahnya 17 buah. Sebuah selimut ku jadikan sample dan beberapa baju dibawa ke sekolahan yang ku titipkan pada ibu untuk diperlihatkan kepada ibu2 dan pak guru. Eee…..kok laku juga, selimutku langsung dibeli dan ada 2 orang yang pesan selimut dan untuk baju 3 terjual. Dan ternyata pun setelah 2 orang pemesan dipenuhi pesanannya, masih ada juga yg pesan lagi. Alhamdulillah…


ternyata Allah kadang memberi rejeki dari jalan yang tak disangka sangka. Dan yang terpenting kita wajib mensyukuri nikmat-Nya. Mensyukuri itu bisa menambah nikmat lebih dari yang kita dapatkan. Amien.

Salam FUUUNtastic.

Dari yang sedang ber’amphibi’dari para suhu diTDA

Wahid Nurhadi

0815 794 2128 (sms saja biar irit untuk anda)

http://wahidnurhadi.blogspot.com

email : w_nurhadi@yahoo.com

YM : wahidnurhadi (masukkan saja alamat emailku)