Wednesday, May 30, 2007

TEST AND MEASURE SYSTEM PENJUALAN DI KIOS

Kebumen sebuah kota kecil yang tidak terlalu ramai di jalur selatan jawa tengah tepatnya 3 jam perjalan arah barat Yogyakarta, disana istri dan anakku saat ini berada.

Sudah beberapa saat setelah istriku menggantikan posisi ibunya di pasar untuk berdagang barang kebutuhan rumah tangga, dengan sebuah kios kecil, nyempil di ruangan yang tidak terlalu lebar ukuran 4x3 m yang disekat jadi 2 ruangan, disalah satu ruangan itu istriku berada. Dengan tumpukan barang dagangan dan dibantu 2 karyawan baru. Ia harus terjun langsung karena orang kepercayaannya melahirkan dan karyawan sebelumnya mengundurkan diri karena alasan yang menurut kami ga jelas, hanya karena bersinggungan perasaan dengan karyawan yang di rumah. Alhamdulillah sekarang keadaannya lebih baik setelah menemukan pengganti karyawan yang keluar sebelumnya.

Kios ini berada di pasar utama Kabupaten Kebumen, pasar sisi utara tepatnya di jalan kolopaking no 14. Barangkali anda ke kebumen, dan memerlukan magig com, kompor gas, rak, kabinet, meja kursi plastik, alat2 rumah tangga seperti sendok, gelas, toples, piring sampai strika dan kipas angin kami ada. silahkan hubungi Mb. Yuli dipasar itu. Kami melayani grosir dan eceran. Harga bersaing, silahkan dibuktikan sendiri.

Kami sering berdiskusi tentang management kios itu sebelumnya, ada sesuatu hal yang kurang dalam pengelolaan kios itu. Inipun setelah saya dapat ilmu dari rekan2 TDA, bahwa dalam bisnis yang penting adalah cash flow. Karena rupanya kios ini banyak memberikan piutang kepada pedagang lain. Yang kadang sulit juga untuk ditagih. Ada beberapa orang yang masih berniat baik, sebisa mungkin”titip” uang untuk mengangsur setelah beberapa hari ambil barang, tapi ada juga yang sulit sekali untuk ditagih, terutama oleh pedagang lain dalam pasar itu.

Pola lama berdagang seperti ini, akan kami benahi, untuk kelancaran usaha dimasa datang.

Sekarang untuk pedagang dalam pasar, boleh menawarkan dan ambil barang kalau belum terjual ya sorenya harus dikembalikan atau bayar disore harinya setelah ambil barang. Kelihatannya Kejam ya...tp tidak, kalau tidak dikembalikan maka karyawan kami yang akan berkeliling ke dalam pasar untuk mengambil barangnya atau menagih uangnya. Kadang barang sudah tidak ada, tapi uang juga tidak dibayarkan... sehingga kadang berulang ulang untuk urusan yang itu itu saja...capek deeeehhh.....

ini akan mengganggu cash flow.

Untuk urusan piutang, bukan berarti tidak akan berikan tapi kami akan lebih selektif lagi. Memilah milah mana yang bener2 perlu untuk dibantu dan bisa dipercaya, semua ada resiko tp kami ga mau menutup kemungkinan ini bagi yang menurut kami ”kredibel”.

Untuk pembayaran cash harga berlaku lain dengan yang pembayaran tempo, cash akan lebih murah. banyak rekanan/pedagang yang protes dengan kebijakan ini. Ini untuk mendorong supaya bisa menghasilkan dana kembali dan memesan barang berikutnya, dengan begini cashflow lancar. Insyaallah.

Strategi ini akan kami pantau keberhasilannya untuk beberpa minggu kedepan, semoga hasilnya lebih baik. Amien.

Kalau ada pembaca yang memiliki pengalaman atau skill teknis untuk pengelolaan kios, mohon sarannya. Kami merasa masih perlu banyak berbenah meski hanya sebuah kios di dalam pasar tradisional.

Salam Funtastic

Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

No comments: