Wednesday, June 27, 2007

DOKTOR S3 di JEPUN SULIT DAPAT KERJA yang sesuai.

Pagi ini 27 juni 2007 , saya melihat keluar jendela. Hmm...cuaca cukup cerah. Sambil duduk saya nyalakan radio di depan saya. Langsung terdengar suara, meskipun lirih.

Tiba2 secara tidak sengaja, ada sesuatu yang mencuri perhatian saya. Langsung saya perbesar volume suara agar terdengar lebih jelas dan kemudian saya tahu ini adalah salah satu station radio swasta di jakarta (RKM jam 8.45 )

Dulu di indonesia pendidikan setingkat SMA sudah terbilang top, dengan mudah lulusan ini bisa mendapatkan kerja yang sepadan, tentu dengan imbalan yang cukup lumayan di zamannya tapi lambat laun tergeser oleh lulusan Diploma.

Kemudian kalau ada orang dengan gelar BA, itu kesannya sudah lebih hebat, tapi ini tidak berlangsung lama sudah tergeser oleh sarjana.

Dan sekarang kalau ada orang dengan gelar Drs., Ir., SH., kelihatan sangat hebat, ya memang hebat, Apalagi S2, S3, Doktor.....

Coba bayangkan Doktor man....!!

Dengan titel yang melekat bisa mendapatkan pekerjaan dan posisi yang bagus dan menjanjikan.

Nah ternyata..., di negeri jepun sana saat ini banyak lulusan DOKTOR / S3 yang tidak mendapatkan pekerjaan yang tetap baik di universita2 maupun di sektor swasta., Nah lhooo....

Barangkali anda salah baca ?,

Tidak!!

ya... anda tidak sedang salah baca. Banyak orang bergelar Doktor yang sulit cari kerja yang sesuai di jepun sana ini menurut ASIAN shinbun Japan .

menurut survei yang dilakukan, ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah jepang sendiri yang membuka program doktoral lebih banyak pada tahun 1991. hanya ada sekitar 7000an orang bergelar Doktor pada tahun itu dan pada tahun 2003 meningkat drastis.

menurut survei itu saat ini hanya 52 persennya saja para Doktor yang bekerja di posisi yang sesuai dengan menjadi peneliti di universitas2 maupun di sektor swasta. Dan sisanya tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Doktor aja terancam nganguur dijepun sana

Ck..ck..ck........!!!

Salam FUNNNtastis

Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com

Monday, June 18, 2007

EVALUASI (I) TEST AND MEASURE SYSTEM PENJUALAN DI KIOS.


Beberapa minggu yang lalu saya pernah memposting tentang trial and error tentang System penjualan di Kios ( Baca : TEST AND MEASURE SYSTEMPENJUALAN DI KIOS) di pasar tradisional tingkat kabupaten. Tepatnya di kebumen.

Apa yang saya test..

Untuk memperlancar cashflow, kami menerapkan sistem piutang yang agak ketat. Artinya lebih selektif lagi dalam memberikan piutang bagi pedagang lain yang akan reseller. Harga cash berlaku lain untuk harga piutang dan sebisa mungkin barang yang diambil pagi bisa kembali lagi, kalau tidak laku ya barangnya yang kembali dan kalau laku uangnya yang diberi.

Dan .. (17 juni 2007)

Penerapan sistem ini ternyata berpengaruh terhadap omset per hari. Kalau dihitung rata2 omset penjualan mengalami penurunan.

Setelah diselidik ternyata ada beberapa pelanggan yang lari ke pedagang lain untuk pengambilan barang dagangan, barangkali di pedagang lain masih boleh utang dulu setelah ambil barang dan pembayarannya nanti2 saja kalau sdh ada uangnya.

Tapi ternyata yang membuat kami terkejut adalah pedagang sejenis/ kompetitor berani ambil margin yang menurut kami ga masuk akal, tipiisss sekali...

Kami kira ga akan nutup untuk ongkos operational tokonya (bayar karyawan, transportasi, sewa tempat dll). Tp mereka melakukan itu.

Keluarnya karyawan kami sebelumnya juga berandil dalam merosotnya omset kios.

Karena ternyata pelanggan kami sekarang dengan kepindahan dia ke toko lain, para pelanggan kami juga ada yang pindah membeli di tempatnya yang baru..dan parahnya lagi di tempat barunya ia melepas barang yang sama dengan margin yang tipis.

Margin 500 perak, 1000 perak dilepasnya. Padahal barang yang dijual ”base price”nya sj kadang sudah 50 ribu lebih dan ini yang sering dijadikan senjata pelanggan kami untuk ”Compare” harga, disana berani sekian kok disini lebih mahal...

Kondisi karyawan dan istri saya juga baru menghandle kios ini, sering bingung juga menghadapi pelanggan yang membanding2kan harga ini...

Apa kami perlu pindah kolam untuk mengkail, atau perlu ganti kail supaya dapat ikan besar lagi???

Mohon saran atau masukan untuk membenahi dan meningkatkan omset penjualan kios kami.



Salam FUNNNtastis


Wahid nurhadi

http://wahidnurhadi.blogspot.com